Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor Amany Lubis menyatakan kampus UIN Jakarta harus bebas dari peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). Hal itu sesuai dengan misi UIN Jakarta yang sedang mengampanyekan gerakan budaya berakhlak dan green campus.

Demikian disampaikan Rektor Amany Lubis saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menangkal Bahaya Narkoba di Kalangan Generasi Milenial” di Auditorium Harun Nasution, Kamis (28/3/2019).  “Saya ingin kampus UIN Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap sivitas akademika dan hasilnya 100 persen bersih dari narkoba,” katanya.

Menurut Rektor, penyalahgunaan narkoba merupakan masalah sosial yang harus dituntaskan. Dampak negatifnya bukan hanya merusak perseorangan, melainkan juga merusak lingkungan sekitarnya, bahkan meluas hingga merusak bangsa. “Terlebih lagi di dunia pendidikan. Bila ada mahasiswa, dosen, dan karyawan yang menggunakan narkoba, maka kelak dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar dan kualitas kampus itu sendri,” tandasnya.

Guna memerangi peredaran narkoba, kata Rektor, perlu diambil langkah strategis dengan, misalnya, segera melakukan langkah antisipatif melalui penyuluhan mengenai bahaya menggunakan narkoba, sebelum narkoba itu merusak.

Oleh karena itu, melalui kerja sama antara Forum Nasional Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba, Satgas Gerakan Anti Narkotika (GAN) UIN Jakarta, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga sangat positif untuk mencegah bahaya narkoba. Demikian juga sosialisasi mengenai Pencegahan, Penyalahgunaan, dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu terus dilakukan, termasuk pemahaman dan edukasi darurat ancaman narkoba.

Kampus UIN Jakarta telah merespon dan peduli terhadap narkoba. Bahkan kegiatan P4GN ini merupakan kesatuan dari kampanye budaya berakhlak dan green campus di UIN Jakarta, antinarkoba, anti-LGBT, antiprostitusi, dan pornoaksi yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan di kampus.

“Generasi muda penerus bangsa harus kuat jasmani dan rohani. Jika sehat jasmani dan rohani, maka generasi muda baru dapat membangun negeri, seperti para founding fathers Indonesia dalam mempertahankan NKRI untuk berjaya selamanya,” katanya.

Seminar nasional antinarkoba yang diikuti oleh berbagai aktifis gerakan antinarkoba di Indonesia itu menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Wiranto sebagai pembicara kunci. Sementara para pembicara seminar adalah Kepala Deputi Pencegahan Narkoba BNN RI Ali Djohardi Wirogioto, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Wawasan Pemuda dan Kebudayaan Pemuda Kemenpora Arifin Madjid, dan pegiat antinarkoba Farhan Abdul Aziz. (ns)

Share This