Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN OnlineKata khudzil afwa dalam Quran surat al-A’raf (7): 199 bermakna memberi dan menerima maaf antar sesama, bukan minta maaf. Demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Amany Lubis MA dalam sambutan acara Silaturahmi dan Halal bi Halal Idul Fitri 1440 H Keluarga Besar UIN Jakarta bersama Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada Selasa (11/6/2019) di Auditorium Harun Nasution.

“Kita saling memaafkan, khuzil afwa bukan minta maaf tapi memberi dan menerima maaf dari sesama kita,” ujar Amany hadapan Menteri Agama, para guru besar, sejumlah pejabat, dan ratusan dosen dan karyawan UIN Jakarta yang memenuhi ruang Auditorium Harun Nasution itu.

Sejumlah guru besar yang hadir di antaranya Prof Dr Azyumardi Azra MA (Rektor Periode 1998-2006), Prof Dr Komaruddin Hidayat MA (Rektor Periode 2006-2015), Prof Dr Nasaruddin Umar MA (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta), Prof Dr Abuddin Nata MA (Ketua Senat UIN Jakarta), Prof Dr Said Aqil al Munawar MA (Guru Besar Fakultas Ushuluddin), Prof Dr Oman Fathurrahman MA (Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora), dan Prof Dr M Arsekal Salim GP MA (Direktur Diktis Kemenag).

Inilah yang menjadikan Islam itu semakin indah, sambung Amany, sehingga umat Islam punya satu momen untuk instrospeksi, memberi dan saling memaafkan. Ini pula, menurutnya yang menjadikan Islam selalu jaya dan terus eksis dengan rasa kebersamaan dan persatuan.

“Bukan hanya di kampus UIN Jakarta, tapi juga di taraf nasional antar sesama umat agama dan sesama warga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” imbuhnya sembari meneruskan, “Semoga pendidikan Islam semakin maju dan jaya di bawah binaan Kementerian Agama dan semoga Allah meridhoi semua langkah dalam pengembangan pendidikan Islam di bumi Indonesia,” tandasnya dalam acara bertema Penerapan Moderasi Agama dan Persatuan Bangsa itu.

Selain itu, Amany merasa UIN Jakarta mendapatkan kehormatan dengan kehadiran Menteri Agama (Menag) di Kampus I pada acara tersebut. Pasalnya, ini adalah kedatangan perdana Menag di masa Amany. Sebelumnya, Menag pernah pernah hadir meresmikan gedung PPG UIN Jakarta di Sawangan Depok.

“Dengan kehadiran Menag di kampus ini, mudah-mudahan memberi keberkahan dan kelancaran dalam pengembangan UIN Jakarta ke depan,” harapnya.

Silaturahim ini juga, sambung Amany, punya makna khusus dalam rangka Milad Adia/IAIN/UIN Jakarta ke 62 tahun. Menurutnya, perkembangan dan dan kejayaan yang sudah disaksikan tidak lepas dari jasa, jihad, dan kerja keras pimpinan terdahulu.

“Kita bertekad untuk lebih mengembangkannya,” tandasnya

Dilaporkannya, UIN Jakarta pada tahun ini menerima calon mahasiswa melalui enam enam jalur. Disamping itu, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dirasat Islamiyah, Fakultas Dakwan, dan Fakultas Adab sudah melakukan perekrutan santri-santri terbaik dari pesantren-pesantren untuk menjadi calon mahasiswa untuk diterima bersama 7000 calon mahasiswa lainnya.

UIN Jakarta saat ini, jelasnya, memiliki lima kampus, Kampus 1 di Jl Ir Juanda dengan beberapa fakultas, Kampus 2 di Jl Kerta Mukti untuk FISIP, Psikologi, SPs, Fakultas Pendidikan Kedokteran, dan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kampus 3 ditempati Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus 4 untuk Fakultas Adab dan Humaniora, dan Kampus 5 rencananya akan dibangun di Cikuya Tangerang Banten.

“Ada 40 hektar tanah UIN Jakarta di Cikuya, baru dikuasai 27, 13 hektar masih diupayakan penyelesaiannya,” pungkasnya.

Diketahui, Milad Adia/IAIN/UIN Jakarta ke 62 akan diselenggarakan pada Sabtu, 15 Juni 2019 di Kampus 5 Cikuya Tangerang Banten. (lrf/mf)

Share This