Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menginginkan mahasiswanya banyak yang memiliki prestasi di bidang akademik. Karena itu ia mendorong mahasiswa agar rajin belajar dan menikmatinya.

“Belajar itu harus dinikmati, sementara berorganisasi menjadi penyemangat mahasiswa untuk mencapai prestasi,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penyelenggaraan Pemilu Raya Mahasiswa Pemira) bersama pengurus organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas dan fakultas di Ruang Diorama, Senin (21/1/2019).

Rakor juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Yusron Razak, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Khoiruddin, serta para wakil dekan bidang kemahasiswaan.

Rektor mengatakan, menjadi mahasiswa jangan terlalu lama berada di kampus tetapi harus berusaha selesai tepat waktu. Paling tidak, mahasiswa harus dapat menyelesaikan masa studi selama empat tahun dan berprestasi dengan IPK minimal 3,25.

“Kesepakatan hasil rapat dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia beberapa waktu lalu, angka IPK minimal mahasiswa ditargetkan rata-rata 3,25 atau bahkan lebih,” jelasnya.

Di sisi lain, Rektor juga mengharapkan mahasiswa memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik, seperti Arab, Inggris, Mandarin, Jepang, dan Perancis. Namun, katanya, bahasa asing hingga sekarang belum menjadi budaya mahasiswa. Padahal bahasa itu bukan sebagai ilmu melainkan hanya sebagai alat komunikasi.

“Bahasa itu bukan ilmu melainkan alat berkomunikasi dan menggali ilmu pengetahuan. Jadi, apa salahnya jika mahasiswa belajar bahasa asing untuk berkomunikasi. Saya ingin mahasiswa mahir berbahasa asing,” kata Rektor, yang fasih berbahasa Arab dan Inggris itu. (ns)

Share This