Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA membuka Konferensi ICEMS ke-3 ditandai pemukulan gong di Auditorium Harun Nasution, Rabu (25/10/2017) didampingi Dekan FITK Prof Dr A Thib Raya disaksikan Prof Mohamad Abdalla Universitas South Australia dan Prof Dr Aida Suraya Md Yunus UPM Malaysia.

Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online– Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA membuka kegiatan Konferensi Internasional tentang Pendidikan dalam Masyarakat Muslim yang disebut ICEMS (International Conference on Education in Muslim Society) ke-3 di Auditorium Harun Nasution, Rabu (25/10/2017).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh rektor didampingi Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang menjadi ketua panitia ICEMS Prof Dr A Thib Raya, disaksikan Ketua Pusat Pemikiran dan Pendidikan Islam (CITE) Universitas South Australia Prof Mohamad Abdalla, Guru Besar Universiti Putra Malaysia (UPM) Prof Dr Aida Suraya Md Yunus dan sejumlah narasumber, baik nasional maupun internasional serta ratusan peserta konferensi.

Dede mengatakan dalam sambutannya, isu yang diangkat dalam tema “Pendidikan di Abad 21: Pengetahuan, Profesionalisme, dan Nilai” ini menurutnya sangat relevan untuk dibahas akhir-akhir ini.

Pasalnya, dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini berimbas pada semakin besarnya tantangan dan kendala dalam dunia pendidikan untuk dapat melahirkan calon pendidik yang berpengetahuan, professional dan berperilaku baik.

“Kecanggihan teknologi harus dimanfaatkan sebagai media yang praktis dalam pengembangan potensi calon pendidik agar memiliki output yang berkualitas dan pribadi yang baik dan tangguh untuk menghadapi masyarakat yang kompleks,” ujar Dede.

Dari konferensi ini, Dede berharap ada temuan penelitian dan rumusan pemikiran yang berkaitan dengan pendidikan di masyarakat Muslim.

Selain itu, Guru Besar Manajemen Pendidikan FITK itu menambahkan, konferensi yang diadakan FITK ini menjadikan milad FITK yang ke-60 menjadi semakin semarak.

“Dalam miladnya yang ke-60, FITK mampu dan sukses dalam menyelenggarakan acara penting ini, terutama karena mengetahui bahwa acara ini juga didukung oleh beberapa institusi mitra kami,” imbuh Dede yang juga menjadi Ketua Forum Rektor  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) itu.

Ditambahkannya, UIN Jakarta sangat menghargai keterlibatan Fakultas Pendidikan UPM Malaysia dan Pusat Pemikiran dan Pendidikan Islam Universitas Australia Selatan.

“Saya juga berterima kasih kepada Kedutaan Besar Kanada dan Kedutaan Besar Prancis. Saya berharap kemitraan ini akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang,” tandasnya.

Dengan kemitraan ini, Dede berharap bukan hanya untuk membuat UIN Jakarta ini lebih banyak didengar dan dilihat, namun yang lebih penting untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pengetahuan dan masyarakat di seluruh dunia.

“Tentu banyak hal yang perlu dilakukan agar universitas ini lebih produktif dan lebih berkontribusi, tapi apa yang kita lihat sekarang adalah contoh bagaimana akademisi kita memberikan usaha terbaik untuk meningkatkan prestasi universitas,” tandas Dede.

Dede yakin dari konferensi ini para peserta akan mendapat banyak manfaat dari dari para ilmuwan beberapa negara terkait pendidikan, sehingga dapat berdampak pada pengembangan pendidikan di masyarakat Muslim dan masyarakat dengan keyakinan yang berbeda.

“Saya berharap konferensi ini menyenangkan dan bermanfaat,” tutup Dede. (mf)

Share This