Ruang Diorama, BERITA UIN Online— Rektor Prof. Dr. Hj. Amany Lubis mendorong para pimpinan fakultas dan program studi (prodi) untuk meningkatkan kualitas akreditasi prodi masing-masing. Akreditasi menjadi salah satu tolok ukur kualitas mutu pendidikan yang ditawarkan kepada publik, terutama calon atau pun mahasiswa.

Demikian disampaikan rektor saat membuka progress report akreditasi prodi UIN Jakarta di Ruang Diorama, Kamis (7/2/2019). “Akreditasi prodi menjadi hal sangat penting dalam menjaga kualitas mutu pendidikan yang ditawarkan kepada publik, terutama para calon mahasiswa maupun mahasiswa sendiri,” paparnya.

Merujuk data Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jakarta terkini, komposisi prodi berakreditasi A di UIN Jakarta mencapai 34 prodi dengan rincian 32 prodi sarjana dan 1 prodi doktoral. Selanjutnya, 36 prodi berakreditasi B dengan rincian 20 prodi sarjana, 12 prodi S2, dan 3 program profesi. Sisanya empat prodi berakreditasi C.

Ketua LPM Dr. Sururin menambahkan, sekurangnya 25 prodi dijadwalkan melakukan proses akreditasi dan reakreditasi. Proses akreditasi dilakukan oleh prodi-prodi yang baru dibuka, sedang reakreditasi dilakukan prodi yang sudah mau habis masa berlaku akreditasinya.

LPM sendiri mendorong masing-masing prodi yang diagendakan melakukan akreditasi maupun reakreditasi tahun ini di-submit sebelum akhir Maret. “Kita dorong demikian karena standarnya akan meningkat setelah periode tersebut,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, rektor yang sebelumnya berpengalaman melakukan asesmen akreditasi prodi memberikan sejumlah tips agar proses akreditasi dan reakreditasi berhasil. Diantaranya keterkaitan antara masing-masing standar yang dipersyaratkan.

“Hal lainnya, laporan akreditasi prodi sarjana dengan magister maupun doktoral juga perlu diperhatikan. Prodi magister dan doktoral harus lebih mencerminkan bahwa itu adalah laporan akreditasi jenjang prodi lebih tinggi dari prodi sarjana,” sambungnya. (zae)

Share This