Gedung SPs, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menegaskan bahwa mahasiswa Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta harus memiliki keterampilan menulis karya ilmiah, baik berupa makalah maupun jurnal. Standar penulisan di SPs juga tidak sama dengan di universitas lain.

Hal itu dikatakan Amany Lubis saat membuka masa Orientasi Studi bagi mahasiswa baru program magister dan doktor SPs di gedung Auditorium SPs, Selasa (3/3/2020). Pembukaan Orientasi dihadiri Direktur SPs Jamhari Makruf, Wakil Direktur Hamka Hasan, Ketua Program Doktor Didin Saepudin, dan Ketua Program Magister Arif Zamhari.

Amany Lubis mengatakan, penulisan karya ilmiah di SPs berstandar internasional dan terbilang cukup ketat. Karena itu dalam penulisan mahasiswa diminta untuk menghindari budaya copy-paste dan perbuatan plagiarisme.

“SPs mempunyai standar tertentu yang tinggi untuk penulisan makalah dan karya ilmiah lain. Jadi, jangan samakan dengan universitas lain,” katanya.

Untuk itu Rektor menyarankan mahasiswa jangan sibuk dengan rutinitas atau terlena saat belajar di SPs. Kesibukan di instansi tempat bekerja juga sedapat mungkin dikurangi agar mahasiswa dapat fokus menulis dan selesai kuliah tepat waktu. Bahkan dari sekarang pun, katanya, mahasiswa sudah harus mulai menulis.

“Mulai sekarang pikirkan untuk menulis artikel di jurnal yang terkreditasi, baik nasional maupun internasional,” tandasnya.

Rektor juga berharap penulisan karya ilmiah di SPs tidak hanya dalam bentuk pemikiran, tapi harus memberi solusi pada permasalahan nasional maupun internasional.

“Saya berharap proposal tesis maupun disertasi yang ditulkis harus membahas masalah global, jangan hanya lokal,” ujarnya.

Masa Orientasi mahasiswa baru diikuti oleh sebanyak 80 orang, terdiri atas program magister sebanyak 31 orang dan program doktor sebanyak 37 orang. Masa Orientasi akan berlangsung hingga 5 Maret 2020. (jay/ns)

Share This