Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Amany Lubis melepas sembilan kelompok peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada program KKN Internasional, KKN Kebangsaan, dan KKN Bersama di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Jumat (12/7/2019). Acara pelepasan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifli, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer, dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Kamarusdiana.

Total peserta KKN yang dilepas berjumlah 52 orang. Mereka disebar di lima lokasi di luar negeri (7 kelompok) dan dua lokasi di dalam negeri (2 kelompok).

Negara yang menjadi tujuan KKN di luar negeri (KKN Internasional) adalah Malaysia, India, Thailand, Turki, dan Cina.  Sedangkan wilayah tujuan KKN di dalam negeri (KKN Kebangsaan dan KKN Bersama) adalah Medan, Sumatera Utara, dan Ternate, Maluku Utara.

Kepala PPM Kamarusdiana dalam laporannya menyebutkan, tiga kelompok KKN diterjunkan di Malaysia dengan jumlah 27 peserta, Turki (1 kelompok) berjumlah dua peserta, India (1 kelompok) berjumlah lima peserta, Cina (1 kelompok) berjumlah tiga peserta, dan Thailand (1 kelompok) berjumlah tujuh peserta. Sedangkan dua kelompok di Medan dan Ternate masing-masing berjumlah 10 peserta dan lima peserta.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum itu juga mengatakan, kelompok peserta KKN Internaional, KKN Kebangsaan, dan KKN Bersama merupakan bentuk KKN program non reguler yang dilaksanakan melalui skema pembiayaan kerja sama dan mandiri. Adapun KKN reguler dilaksanakan melalui skema pembiayaan dari internal kampus UIN Jakarta.

Menurut Kamarudiana, jumlah peserta KKN reguler sebanyak 2.000 orang (200 kelompok). Mereka akan diterjunkan di dua wilayah kabupaten, yakni Bogor, Jawa Barat, dan Tangerang, Banten. Masing-masing wilayah tersebut dibagi dalam 100 kelompok atau desa.

“Kedua program KKN (reguler dan non reguler) ini sama-sama dilaksanakan selama satu bulan pada Juli-Agustus 2019,” katanya.

Sementara itu, Rektor Amany Labis dalam sambutannya menyatakan bahwa KKN pada hakikatnya sebagai tempat belajar bagi mahasiswa untuk hidup bermasyarakat. Dalam hal ini mahasiswa belajar sambil melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui program yang sudah dirancang dan direncanakan secara matang.

Rektor mengatakan, melalui KKN mahasiswa diharapkan akan memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Mahasiswa juga tidak hanya berteman dengan hanya satu kelompok tetapi dengan semua orang.

“Jika berkumpul dengan hanya satu kelompok saja di lokasi KKN, di kampus juga sudah biasa berteman. Tetapi silakan berinterkasi dengan semua orang agar terbuka wawasan dan pengalamannya,” katanya.

Pada bagian lain, Rektor juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak melupakan kewajibannya menyelesaikan studi tepat waktu. Bagaimanapun, kata dia, tugas pengabdian kepada masyarakat tetap penting dilakukan. Hanya saja mahasiswa setelah itu kemudian jangan terlalu lama berada di kampus.

“Kalian harus segera menulis skripsi dan menyelesaikan studi. Jangan terlalu asyik, apalagi sampai masa studinya habis alias drop out,” tandasnya. (ns)

Share This