Ruang Uniclub, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Amany Lubis memberikan apresiasi kepada para atlet dan peserta yang berhasil menyabet medali pada Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Malang, Jawa Timur, 15-21 Juli 2019. Penghargaan berupa uang pembinaan itu diberikan Rektor saat acara penyambutan delegasi di Ruang Uniclub Gedung Auditorium Harun Nasution, Jumat (26/7/2019).

Hadir pada acara penyambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Andi Faisal Bakti, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Khairunnas, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Ikhwan.

Seperti diberitakan, pada Pionir IX kontingen UIN Jakarta menyabet sedikitnya 10 keping medali, yakni empat emas, empat perak, dan dua perunggu. Empat emas diperoleh dari cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri dan futsal, cabang seni hadrah, dan cabang ilmiah debat berbahasa Inggris.

Adapun empat perak, masing-masing didulang dari cabang olahraga catur kilat putra, catur beregu, taekwondo pomsae (seni) putra, dan cabang seni kaligrafi naskah putra. Sedangkan dua perunggu masing-masing didulang dari cabang olahraga panjat dinding lead perorangan putri dan cabang ilmiah debat berbahasa Arab.

Pada ajang prestasi dan bakat dua tahunan yang digelar Kementerian Agama tersebut, kontingen UIN Jakarta mengirimkan 115 atlet/peserta dan lima official. Dari 38 cabang lomba yang dipertandingkan, hanya 35 cabang saja yang diikuti kontingen UIN Jakarta.

Hasilnya, UIN Jakarta menduduki urutan keenam dari 10 besar kontingen PTKIN berdasarkan jumlah peroleh medali emas terbanyak. Juara umum adalah UIN Malang sebagai tuan rumah dengan perolehan medali 10 emas, 5 perak, dan 7 perunggu. Pionir IX diikuti oleh 58 PTKIN di Indonesia dengan peserta sebanyak 3.200 orang dan 700 official.

Rektor Amany Lubis sangat berterima kasih kepada kontingen UIN Jakarta yang berhasil meraih juara meski hanya menduduki urutan keenam. Ia berjanji akan terus meningkatkan prestasi olahraga dan bakat mahasiswa. Janji itu akan dibuktikannya dengan membangun sarana olahraga yang cukup representatif.

“Mohon doanya yang ikhlas, insya Allah tahun depan kita akan bangun gelanggang olahraga di samping kampus UIN Jakarta. Gedung akan dibangun secara bertingkat yang dilengkapi lapangan bola dan venue-venue olahraga lain,” katanya.

Rektor menegaskan bahwa dalam pertandingan tidak ada menang atau kalah. Semua adalah pemenang karena para atlet dan peserta telah berhasil dan mampu bertanding di arena.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer mengatakan, prestasi mahasiswa UIN Jakarta pada Pionir IX sangat baik dan memiliki keandalan bertanding. Namun, katanya, prestasi para atlet dan peserta perlu terus dibina sehingga dapat meraih kejuaraan lebih banyak dan lebih baik lagi.

Selain itu, pembinaan prestasi mahasiswa juga perlu dicari dari input awal atau saat penerimaan calon mahasiswa baru. Jika banyak calon mahasiswa yang berbakat dan berprestasi dijaring akan mudah mengarahkannya.

“Kita akan mengusulkan tahun akademik 2020/2021 mendatang agar menjaring para calon mahasiswa melalui skema jalur prestasi ini,” ungkapnya. (ns)

Share This