Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor UN Jakarta Amany Lubis secara khusus mengajak Ikatan Alumni UIN (AKLUIN) Jakarta dan lembaga Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Syahida yang didirikannya untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan biaya kuliah.

Hal itu dikatakan Rektor saat membuka Seminar Nasional Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang digelar IKALUIN Jakarta di Auditorum Harun Nasution, Kamis (21/3/2019). “Kita semua berharap mahasiswa yang kurang mampu dapat terus melanjutkan kuliah. Jangan sampai mereka putus di tengah jalan gara-gara tidak ada biaya,” katanya.

Dalam sambutannya, Rektor menyebut bahwa pihaknya saat ini telah menerima beberapa surat yang masuk dari mahasiswa. Surat tersebut berisi permohonan untuk penyesuaian tarif uang kuliah tunggal (UKT) yang mulai diberlakukan sejak tiga tahun lalu.

Menurut Rektor, hal itu menunjukkan bahwa masih ada mahasiswa UIN Jakarta yang dari segi ekonomi dianggap kurang mampu. Bahkan di antara mahasiswa sampai ada yang membayar kuliah dengan cara mencicil.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berterima kasih jika BMT juga ikut berperan dalam upaya menanggulangi mahasiswa yang kurang mampu tersebut.

“Saya juga mengapresiasi kepada BMT Syahida IKALUIN Jakarta yang kini telah menjadi role model lembaga keuangan syariah berbasis kampus,” katanya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Asisten Daerah Bidang Tata Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Rahmat Salam. Ia mengatakan, Pemkot Tangsel akan membantu peran BMT Syahida untuk berkembang di wilayahnya. Bahkan dalam membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tersebut, ia berharap BMT Syahida dapat menjadi pelopor bagi pengembangan UMKM secara nasional.

BMT Syahida yang tumbuh di lingkungan kampus juga dinilainya sangat  strategis. Ia bisa menjadi pemasok bagi berbagai kebutuhan para mahasiswa yang ngekos di sekitar kampus.

“Insya Allah, Pemkot Tangsel akan membantu pengembangan UMKM yang dikelola BMT Syahida,” katanya. (ns)

Share This