Bandung, BERITA UIN Online— Jangan sampai ada mahasiswa yang berhenti kuliah, dikarenakan kekurangan biaya kuliah. Karena, saat ini UIN Jakarta telah menjalin kerja sama dengan banyak lembaga penyedia beasiswa.

Demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, saat memberikan sambutan usia membuka Rapat Kerja Pimpinan (rakerpim) 2019 UIN Jakarta, pada Jumat-Ahad (29-31/03) di eL Royal Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Dirinya mengungkapkan, bahwa disadari tidak semua mahasiswa UIN Jakarta berasal dari keluarga mampu, ada diantaranya yang masih membutuhkan uluran tangan dan subsidi melalui beasiswa-beasiswa yang tersedia.

“Membantu mereka banyak caranya, bisa dengan memberikan informasi beasiswa, mendampingi, atau langsung kita berikan beasiswa berupa dana untuk membantu mereka yang membutuhkan. Tentunya sesuai kemampuan kita. Insya Allah, semuanya akan dibalas kebaikan oleh Allah Swt,” ujar Amany.

Lebih jauh, Amany menambahkan, mulai saat ini mari kita dorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu. Oleh karenanya, semampu mungkin kita fasilitasi untuk mewujudkannya. Baik secara materi maupun non materi.

“Tentunya lulus tepat waktu juga harus dibekali ilmu yang mumpuni dan akhlakul karimah sebagai bekal kehidupannya kelak. Sesuai dengan salah satu visi UIN Jakarta mencetak lulusan yang professional dan Islami (akhlakul al karimah),” tandasnya.

Kemudian, Amany menghimbau kepada seluruh pimpinan fakultas, para dosen dan seluruh sivitas akademika untuk selalu mengembangkan kemampuan berbahasa asing, antara lain Arab, Inggris, dan Perancis.

“Kami mendorong di setiap fakultas untuk membuka kelas bilingual. Karena, tidak hanya menambah kemampuan berbahasa bagi mahasiswa, tapi juga melatih kembali kemampuan berbahasa asing bagi para pengajar atau dosennya, sehingga tidak akan lupa. Karena, bahasa itu harus terus digunakan, bukan hanya dihapal,” pukas Guru Besar Sejarah Politik Islam tersebut.

Sebagai informasi, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Anthoni Efani (Direktur Bisnis Universitas Brawijaya), dan Kadarsah Suryadi (Rektor Institut Teknologi Bandung). (lrf/zae)

Share This