Ciputat, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menilai almarhumah, Wiwik Misfiati binti H Muchtar Abu Soleh, merupakan sosok yang baik. Almarhumah juga dikenal cukup aktif di UIN Jakarta, terutama saat menjadi pengurus Dharma Wanita Persatuan.

Hal itu dikatakan Rektor Amany Lubis saat memberi sambutan pada acara tahlilan atas wafatnya Wiwik Misfiati, istri Masykuri Abdillah (Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum dan Direktur Sekolah Pascasarjana periode 2015-2019) di rumah duka Kompleks Puri Laras 1 C14 No. 7-8 Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (4/9/2019) malam.

Turut hadir dalam acara tahlilan tersebut di antaranya Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Jamhari Makruf periode 2019-2024, Direktur Sekolah Pacasarjana UIN Jakarta periode 2006-2014 Azyumardi Azra, serta sejumlah kolega dekat almarhumah maupun suami almarhumah.

Rektor Amany Lubis mengaku terkejut saat mendengar wafatnya almarhumah. Namun, ia juga sebelumnya mendengar bahwa almarhumah sempat dirawat di rumah sakit.

“Atas nama keluarga besar UIN Jakarta, saya menyampaikan bela sungkawa kepada Bapak Masykuri Abdillah beserta keluarganya. Semoga almarhumah Ibu Wiwik diampuni dosanya dan diterima amal baiknya oleh Allah SWT,” katanya.

Menurut Rektor, almarhumah dikenal sebagai sosok dan teladan yang baik. Ia juga sangat aktif sebagai pengurus di Dharma Wanita Persatuan UIN Jakarta sebelum dirinya menjadi Rektor.

Rektor dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih atas jasa-jasa almarhumah selama mengabdi di UIN Jakarta, khususnya di Dharma Wanita Persatuan. “Semoga Allah SWT membalas kebaikan almarhumah yang telah ikut memajukan UIN Jakarta,” katanya.

Seperti diketahui, Wiwik Misfiati wafat pada Rabu (4/9/2019) pukul 11.20 di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, karena sakit Leukemia yang dideritanya. Almarhumah dikebumikan di Taman Pemakaman UIN Jakarta di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (5/9/2019), pukul 10.30 setelah sebelumnya dishalatkan di Masjid Fathullah UIN Jakarta.

Almarhumah lahir di Pati, Jawa Tengah, 6 Desember 1966. Ia meninggalkan suami, Masykuri Abdillah, dan tiga anak, masing-masing bernama Nabila Amalia (26), Ana Adiba (22), dan Alvin Faisal (18). Selama mendampingi suami, almarhumah banyak berkiptrah di Dharma Wanita Persatuan UIN Jakarta dalam  empat periode. (ns)

Share This