Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Dalam rangka memeriahkan dan merealisasikan rangkaian acara Milad Program Studi Manajemen Pendidikan (MP) ke-18, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta menggelar Seminar Nasional yang bertemakan Eksistensi dan Kredibilitas Pengelolaan Pendidikan Islam di Era Globalisasi Dalam Menciptakan Intelektual Muslim Indonesia.

Seminar yang dilaksanakan pada, Kamis (19/10) ini, bertempat di Auditorium Harun Nasution, kampus I UIN Jakarta, dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA.

Selain rektor, hadir pula pada acara tersebut Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Ahhmad Sofyan MPd, dan Kepala Program Studi Manajemen Pendidikan FITK Dr Hasyim Asy’ari MPd.

Acara yang diikuti sedikitnya 400 peserta tersebut, menghadirkan narasumber H Fahri Hamzah SE (Wakil Ketua DPR RI) yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Edny Kurniawan (Staf Ahli DPR RI).

Rektor dalam sambutannya mengatakan, bahwa Manajemen Pendidikan pada mulanya merupakan jurusan supervise dan pada akhirnya diubah menjadi manajemen pendidikan.

“Lulusan manajemen pendidikan diharapkan nantinya mampu menjadi manajerial yang handal di madrasah dimana nantinya akan berkarir. Dengan demikian, mampu mengubah wajah pendidikan dalam hal manajerialnya menjadi lebih baik lagi,” ujar salah satu penggagas perubahan jurusan supervisi menjadi manajemen pendidikan tersebut.

Masih menurut rektor, lulusan MP diharapkan mampu mendorong Kepala Madrasah tempat berkarir nantinya, untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis guna menjadikan pendidikan lebih baik.

“Manajerial yang terkandung di dalamnya Planing, Organizing, Acunting, dan Controling merupakan pondasi utama dalam membangun sebuah lembaga pendidikan yang baik dan kompetitif. Dengan manajerial yang baik, akan berpengaruh pada kualitas input dan output dari sekolah tersebut,” jelas rektor.

Pada kesempatan yang sama, rektor juga mengatakan bahwa posisi UIN Jakarta saat ini telah mendapatkan pengakuan dari negara-negara ASEAN. Dengan demikian, maka lulusan UIN Jakarta saat ini diakui dan diperbolehkan untuk mengajukan lamaran di sekolah-sekolah atau lapangan kerja yang ada di negara-negara ASEAN.

“Menyikapi peluang tersebut, hendaknya para mahasiswa terus membekali diri dengan kemampuan bahasa dan keterampilan yang nantinya akan bermanfaat bagi alumni di tempat berkarya masing-masing,” pesannya.

Di akhir sambutannya, sebagai lulusan perguruan tinggi Islam, rektor berpesan agar alumni dalam lakukan segala aktivitas di dunia kerja nantinya di mana pun, hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan diniatkan dengan ikhlas.

“Mengutip alQur’an 47:7 yang berbunyi; “Wahai orang-orang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu,”. Oleh karena itu, tetap jaga profesionalisme dalam bekerja dan lakukan yang terbaik bagi agama, nusa dan bangsa yang kita cintai ini,” pesan Guru Besar Metodologi Pendidikan UIN Jakarta itu.

Hasil pantauan BERITA UIN Online di lokasi terlihat, pembukaan seminar tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Rektor UIN Jakarta dan didampingi segenap jajaran pimpinan FITK.(lrf)

Share This