PLT, BERITA UIN Online– Sebanyak 694 calon guru profesional mengikuti Ujian Pengetahuan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UP UKMPPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Madrasah pada Sabtu-Minggu (23-24/11/2019) di Pusat Layanan Terpadu lt 6 UIN Jakarta.

Kepala Bagian Tata Usaha FITK Imam Thobroni SE sebagai Koordinator UP FITK mengatakan, seluruh PTKIN melaksanakan UP UKMPPG berbasis CBT (Computer Based Test) secara serentak.

“Ada sekitar 35 PTKIN yang menyelenggarakan PPG pada tahun ini dan hari ini serentak melaksanakan UP sebagai proses akhir dari pelaksanaan PPG,” ujar Imam di sela-sela pelaksanaan UP.

Fitk sendiri, lanjut Imam, mulai melaksanakan PPG dari Juni dengan proses pembelajaran daring selama tiga bulan, dari Juni sampai September. Kemudian, lokakarya atau tatap muka selama sebulan dari September sampai Oktober, setelah itu, terang Imam, mahasiswa disebar ke sekolah-sekolah sekitar Jabodetabek untuk melaksanakan Program Pengalaman Lapangan.

“Mereka praktik mengajar di sekolah yang sudah ditentukan pengelola PPG didampingi dua orang pembimbing, satu dari dosen FITK dan satu lagi dari guru pamong di sekolah tersebut dan tahap akhir adalah UKIN, Uji Kinerja,” imbuh Imam.

Dilanjutkannya, usai PPL, tahap akhir adalah UP yang menjadi penentu kelulusan mahasiswa PPG tersebut menjadi guru profesional yang akan mendapatkan sertifikat dan tunjangan guru.

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan PPG kali ini.  Tahun lalu, sambung Imam, pembelajaran tidak dilaksanakan dengan daring dan pelaksanaan UP dibawah pengelolaan Kementerian Agama.

“Kali ini, berada di bawah pengelolaan Kemeristek Dikti bermitra dengan Kemenag dengan sistem daring dari Kemenristek Dikti,” tandasnya.

Tercatat, 694 peserta UP tersebut berasal dari sembilan guru mapel dan peserta retaker (uji ulang), yaitu Bahasa Arab (63), Fiqih (150), Sejarah Kebudayaan Islam (52), al-Quran-Hadis (57), Akidah Akhlak (100), Pendidikan Agama Islam (187), Guru Keagamaan Madrasah Ibtidaiyah (retaker 45), Guru Keagamaan Raudhatul Athfal (retaker 37), dan Bahasa Inggris (retaker 3).

Mereka berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Banten, Bandung, dan Yogyakarta.

“Ini proses yang sangat melelahkan, betul-betul membutuhkan perhatian khusus, keseriusan, dan perjuangan yang berat lahir dan batin. Saya sangat berharap bisa lulus dan dapat dikukuhkan menjadi guru profesional,” harap Siti Maemunah salah satu mahasiswa PPG PAI. (lrf/mf)

Share This