Gedung FK, BERITA UIN Online – Guna mengantisipasi penyebaran virus korona di UIN Jakarta, ratusan aparatur sipil negara (ASN) kembali diminta untuk tes cepat antigen. Hal itu juga dilakukan agar warga kampus dapat diketahui sedini mungkin jika terinfeksi atau terpapar virus.

“Tes cepat dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyebarnya virus korona. Karena kasusnya hingga kini terus meningkat,” kata Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Dekan Fakultas Kedokteran (FK), Hari Hendarto, saat memberi pengarahan pada pembukaan tes cepat di gedung FK, Kamis (3/12/2020).

Tes usap digelar dalam dua hari hingga Jumat (4/12) besok. Tes diselenggarakan oleh FK yang melibatkan belasan petugas atau tim medis. Mereka adalah para dokter dan tenaga kesehatan yang sekaligus sebagai dosen FK.

“Semuanya dilakukan oleh FK, baik pengadaan peralatan maupun tenaga medisnya,” kata Hari.

Menurut Hari, jumlah ASN UIN Jakarta yang menjalani tes usap mencapai 500 peserta. Karena banyak, tes pun dilakukan dalam dua hari namun dengan pembatasan jam tertentu.

Hari menjelaskan, tes usap antigen merupakan sala satu cara untuk mendeteksi virus korona dengan hasil diagnosis cepat, yakni tak kurang dari 15 menit. Tes ini merupakan kali keempat yang diadakan oleh FK di UIN Jakarta.

Secara teknis, tes usap antigen tak berbeda dengan tes cepat antigen. Cara pengambilan sampelnya dilakukan melalui sekresi hidung dan tenggorokan. Namun, dalam tes usap yang dilakukan di FK, pasien hanya diambil sampelnya dari hidung saja.

Tes usap antigen bagi para ASN UIN Jakarta digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka diminta tidak berkerumun saat antre, wajib mengenakan masker, dan mencuci tangan sebelum dites.

Bahkan mereka yang sudah dites dan diketahui hasilnya boleh langsung pulang, sehingga tidak membuka kerumuman. Kecuali jika ada yang hasil tesnya positif akan mendapatkan penanganan khusus lanjutan.

“Semoga tes hari ini semuanya sehat dan tidak ditemukan positif,” ucap Hari. (ns)

Share This
Beasswa Mahasiswa Terdampak Covid 19 STF