Bojongsari, BERITA UIN Online– Berdasarkan SK Rektor tentang Pedoman Penyusunan Kode Mata Kuliah, maka Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) akan segera menyusun rancangan tentang coding mata kuliah tersebut.

Hal tersebut menjadi agenda utama pada Rapat Pimpinan (Rapim) FITK di Ruang Pertemuan lt 1 Gedung PPG FITK Bojongsari UIN Jakarta, Selasa (31/12/2019).

“Format yang diajukan oleh LPM tentang Kode Mata Kuliah akan dirumahkan sesuai dengan kode mata kuliah yang akan disetujui bersama,” ujar Dekan FITK Dr Sururin MAg yang memimpin rapat tersebut.

Untuk umusan mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sesuai dengan FITK, lanjutnya, akan dilakukan penawaran mengenai KKN kepada mahasiswa, seperti KKN in Campus dan KKN Internasional.

Selain itu, Sururin menginformasikan dalam waktu dekat akan dibuka prodi baru di FITK, yaitu Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tim Penyusun Proposal Prodi PPG, urainya, akan segera dibentuk agar pada 15 Januari 2020 mendatang proposal tersebut sudah dapat diusulkan ke pemerintah.

“Selain proposal pendirian prodi PPG, FITK juga sedang merencanakan untuk menyusun pembukaan Prodi S3 PAI,” imbuhnya.

Mengenai pembahasan pengkodean prodi dan mata kuliah, pada rapat yang dihadiri para Wakil Dekan, Kepala Prodi, Sekretaris Prodi, dan sejumlah dan pejabat lainnya itu, dibahas penetapan penggunaan kode Pendidikan yang menggantikan kode Tadris pada beberapa prodi di FITK, seperti Tadris Kimia, Fisika, Biologi, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Inggris, dan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dari hasil kesepakatan rapat tentang kode prodi, dihasilkan beberapa perubahan nama prodi, yaitu Pendidikan Biologi dengan kode PBO, Pendidikan Kimia dengan kode PKM, Pendidikan Fisika dengan kode PFS, Manajemen Pendidikan dengan kode MPD, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan kode BSI, Pendidikan Guru Madrasah Ibntidaiyah dengan kode GMI, Pendidikan Anak Usia Dini dengan kode AUD, Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan kode MBI, Magister Pendidikan Agama Islam dengan kode MAI, Magister Pendidikan Bahasa Arab dengan kode MPA, dan Magister Manajemen Pendidikan Islam dengan Kode MMP.

Sementara untuk Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris, masih tetap menggunakan kode yang sudah diberlakukan sebelumnya, yaitu PAI, PBA, dan PBI.

“Jika tidak bisa menggunakan coding dari Lembaga Pengabdian Masyarakat, FITK akan membuat alternative coding lain dan diajukan ke LPM. Terkait program KKN in Campus 2020-2023, akan diupayakan pengintegrasian KKN dengan Pengalaman Lapangan Persekolahan (PLP),” tandas Sururin.

Usai pembahasan agenda rapat, pertemuan Rapim selanjutnya diagendakan pada Selasa, 7 Januari 2020 dengan agenda utama rencana pembahasan pendirian Prodi PPG dan Prodi S3 PAI serta rencana kerjasama dengan Bangladesh. (lrf/mf)

Share This