BandungBERITA UIN Online— Kelompok Mahasiswa UIN Jakarta Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batuttah (KMPLHK Ranita) berhasil menjuarai lomba lintas alam pada acara Edukasi Radio Komunikasi Search and Rescue (SAR) dan Lomba Lintas Alam Potensi SAR Ke-1 di Desa Cikole, Bandung, Sabtu-Minggu 17-18 Februari 2018. Mereka mengalahkan puluhan tim yang mewakili organisasi pecinta alam nasional.

Kompetisi sendiri diselenggarakan oleh Potensi SAR Radio 115 Jawa Barat bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kantor Cabang Jawa Barat. Kegiatan digelar dalam rangka hari ulang tahun ke-46 BASARNAS. Total 58 organisasi dan lembaga yang tergabung dalam Potensi SAR yang ada di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten menjadi peserta lomba. Masing-masing organisasi mengirim dua tim dengan lima orang peserta di setiap timnya.

Mujahidin, anggota tim KPMLHK Ranita mengungkapkan, organisasi mahasiswa pecinta alam UIN Jakarta ini mengirim satu tim. Tim ini beranggotakan Muhammad Muhsi, Mustazky, Hanisah Hanayati, dan Mujahidin sendiri. “Alhamdulillah, tim KMPLHK Ranita UIN Jakarta berhasil menjadi juara pertama,” ujarnya kepada BERITA UIN Online di Kampus I UIN Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Mujahidin menuturkan, selama dua hari kegiatan perlombaaan, tim harus melakukan sejumlah kegiatan yang ditentukan panitia. Di hari pertama, misalnya, tim   melaksanakan kegiatan donor darah dan talkshow radio tentang pentingnya menjaga lingkungan. Baru di hari kedua, tim mengikuti perlombaan lintas alam.

Perlombaan lintas alam sendiri, terang Mujahidin, tim harus menyelesaikan tantangan dengan melintasi kaki gunung di Desa Cikole sepanjang 10 kilometer. Jalur lintasan yang terdiri dari jalanan terjal dengan sejumlah tanjakan dan turunan lumayan ekstrim harus ditempuh tidak lebih dari dua jam.

Kecepatan dan ketepatan waktu tim menempuh perjalanan dengan delapan pos pemberhentian menjadi salah satu ukuran penting penilaian juri. Dan, dari puluhan tim peserta, Ranita berhasil menjadi tim pertama sampai di garis finish dengan waktu tempuh selama 1 jam 45 menit.

Mujahidin yang mengaku baru pertama kali mengikuti perlombaan lintas alam mengaku awalnya tim pesimistik bisa memenangkan loma. Pasalnya, puluhan tim peserta berasal dari organisasi pecinta alam yang syarat pengalaman dan kemenangan.

“Namun, alhamdulillah kami bisa mewakili organisasi dan almamater, serta mampu meraih juara pertama  meski dengan keterbatasan kelompok dan persiapan yang kurang memadai,” katanya bangga.  (farah nh/z uyun/zm)

Share This