Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Dua anggota Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta pada Selasa (19/1/2021) lalu diterjunkan ke lokasi bencana banjir bandang di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Mereka selain membantu mengevakuasi warga terdampak juga melakukan assesmen lapangan.

Demikian siaran pers Ranita yang diterima BERITA UIN Online, Jumat (22/1/2021). Menurut siaran pers, kedua anggota yang diterjunkan adalah Yassir “Keng-Keng” Fuady (mahasiswa semester 5 Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi) dan Feby “Tucer” Nur Evitasari (mahasiswi semester 3 Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora).

Tim Ranita UIN Jakarta bersama tim relawan lain saat berada di lokasi bencana banjir bandang di Cisarua, Selasa (19/1/2021).

Kedua anggota berangkat menuju lokasi dengan membawa bekal dan peralatan seperlunya. Setiba di lokasi mereka kemudian bergabung dengan tim relawan lain.

Namun, dalam misi tersebut, keduanya melakukan tugas berbeda. Keng Keng fokus bertugas membantu evakuasi warga terdampak, sedangkan Tucer melakukan assesmen.

Menurut hasil assesmen, diperoleh keterangan banjir bandang terjadi sebanyak tiga kali. Titik longsor berada di Tebing Curug Gajah Ceurik saat hujan mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari.

Kejadian banjir pertama sekitar pukul 09.00 WIB air bercampur lumpur meluap dari Sungai Cisampai, anak Sungai Ciliwung, dan masuk ke pemukiman warga. Selang satu setengah jam kemudian, banjir kedua datang membawa material kayu. Namun, material tersebut sempat tersangkut di jembatan penghubung desa.

Lalu banjir bandang susulan ketiga terjadi pada sekitar pukul 11.00 WIB dan membawa material batu. Beruntung, karena terhambat material kayu yang tersangkut di jembatan, bebatuan tadi tidak masuk ke area permukiman warga.

Hasil assesmen tim Ranita juga menyebut bahwa dampak banjir mengakibatkan tiga rumah penduduk dan sebuah warung ikut terbawa arus. Banjir di antaranya menimpa Kampung Rawa Dulang dan Kampung Jolog di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Di Kampung Rawa Dulang, warga terdampak sebanyak 8 kepala keluarga dan di Kampung Jolog sebanyak 5 kepala keluarga. Menurut data sementara, total warga terdampak di Desa Tugu Selatan sebanyak 134 kepala keluarga. Mereka yang terdampak kemudian diungsikan di pondok wisata Kompleks Gunung Mas di Desa Tugu Selatan.

Seperti diberitakan, banjir bandang disertai lumpur dan kayu terjadi di kawasan Gunung Mas, Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Selasa (19/1/2021) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sedikitnya ada 169 kepala keluarga yang mengungsi dengan jumlah jiwa sebanyak 730 orang (Kompas.com, 21/1/2021). (ns)

Foto-foto: Dok Ranita

Share This