Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Pusat Penelitian dan Penerbitan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau Puslitpen LP2M UIN Jakarta mensosialisasikan hibah riset tahun 2022, Kamis (13/1/2022). Tahun ini, Puslitpen UIN Jakarta membuka pendaftaran hibah penelitian lebih awal sehingga peneliti bisa meneliti dalam waktu lebih panjang.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara daring dan diikuti ratusan dosen ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis MA. Selain para wakil rektor, sosialisasi dihadiri Ketua LP2M Prof. Dr. Jajang Jahroni, Kepala Puslitpen Dr. Imam Subchi, dan Koordinator Penelitian Puslitpen Maila Dinia Husni Rahiem Ph.D.

Dalam paparannya, Imam mengungkapkan, Puslitpen membuka lebih awal pendaftaran penelitian sehingga para dosen memiliki waktu sangat panjang dalam melakukan penelitian. Pembukaan pendaftaran lebih awal juga dilakukan agar para peneliti mampu menyajikan hasil penelitian dengan kualitas maksimal.

“Sehingga output penelitian, berupa publikasi yang menjadi tagihan dari penelitian, akan lebih cepat dan bisa segera submit di jurnal yang dituju sesuai klaster masing-masing,” katanya.

Pasca sosialisasi di minggu ke-2 Januari 2022, Puslitpen sendiri memberi kesempatan bagi pendaftar hibah riset mengajukan proposalnya melalui website Litapdimas terhitung mulai minggu ke-2 hingga minggu ke-4 Januari ini. Setelah penilaian substansi dan seminar proposal di minggu ke-1 hingga ke-3 Februari, Puslitpen selanjutnya mengagendakan pengumuman penerima hibah pada minggu terakhir Februari.

Setelah diumumkan siapa saja penerimanya, para dosen bisa melaksanakan penelitian terhitung bulan Maret hingga Juli 2022. Selanjutnya pada Juli dan Agustus, para peneliti diharuskan mempresentasikan hasil penelitian dan menyerahkan laporan akhir. Dalam masa penelitiannya, para peneliti akan mendapatkan monitoring dan evaluasi dari tim yang ditunjuk.

Sementara itu, UIN Jakarta sendiri mengalokasikan anggaran hibah riset tahun 2022 hingga Rp7 miliar, naik signifikan dari Rp4 miliar tahun sebelumnya. Dana ini disalurkan dalam empat klaster penelitian yang disediakan.

Klaster pertama adalah penelitian pembinaan dan kapasitas dengan nominal hibah masing-masing Rp 20 juta. Output klaster ini adalah publikasi jurnal nasional terakreditasi minimal Sinta 6-4.

Selanjutnya, klaster penelitian dasar interdisipliner dengan nilai hibah Rp 40 juta per judul penelitian. Keluaran klaster ini diharapkan berupa artikel untuk publikasi jurnal nasional minimal Sinta 3-4.

Lalu, klaster penelitian pengembangan pendidikan tinggi dengan nilai hibah Rp 60 juta per judul penelitian. Keluaran klaster ini diharapkan dalam bentuk artikel siap publikasi jurnal internasional terindeks atau jurnal nasional Sinta 2-1.

Terakhir, klaster penelitian kolaborasi antar perguruan tinggi. Keluaran klaster ini adalah draft artikel untuk jurnal internasional terindeks dan buku.

Rektor Amany sendiri mengungkapkan jika peningkatan anggaran riset dilakukan dengan harapan terus terjaganya peningkatan kuantitas maupun kualitas riset di lingkungan UIN Jakarta. Berbagai dinamika dalam ranah keilmuan, sains, dan keislaman seiring pandemi penting untuk dikaji lebih dalam.

Karena itu, sambungnya, diharapkan sosialisasi hibah riset juga bisa tersampaikan ke seluruh dosen dan peneliti sehingga jumlah usulan risetnya juga lebih banyak lagi. “Semoga riset dengan berbagai target keluarannya tercapai dengan baik,” harapnya.

Sejumlah wakil rektor juga memberikan masukan bagi para dosen yang tertarik. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Zulkifli menyarankan para dosen melakukan kolaborasi dengan para kolega dosen-peneliti lainnya, sedang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Arief Subhan mengusulkan agar penelitian bisa melibatkan mahasiswa sehingga terjadi transfer ilmu dan pengalaman meneliti. (zm)

Share This