Jakarta, BERITA UIN Online— Puluhan akademisi UIN Jakarta siap meramaikan Annual International on Islamic Studies (AICIS) ke-19. Konferensi bergengsi skala global yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta, Selasa-Jumat 1-4 Oktober mendatang. Mereka berpartisipasi setelah panitia menyeleksi ketat ratusan abstrak publikasi riset yang diajukan ratusan partisipan dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Laman daring AICIS ke-19 Kemenag mencatat para partisipan dari UIN Jakarta ini bakal difasilitasi memaparkan hasil riset mereka bersama puluhan akademisi terpilih dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Para partisipan nantinya mempresentasikan temuannya pada panel berbeda-beda sesuai rumpun keilmuan dan kelompok panel, yaitu open panel, selected panel, dan extended panel. Beberapa diantaranya dipercaya menjadi chair pada kelompok panel masing-masing.

Pada selected panel misalnya, beberapa nama akademisi UIN Jakarta yang terpilih berpartisipasi adalah Kamarusdiana, Muhammad Zuhdi, Didin Syafruddin, Nuryani, dan Fidrayani. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok sesuai tema bahasan masing-masing panel. Misalnya, Kamarusdiana tergabung pada topik The Role of Social Media in Building Hybrid Culture based on Islam and Indonesia Culture.

Lalu, Zuhdi dan Didin tergabung dalam panel Confronting the Challenges of Extremism in Religious Education in the Era of Social Media and Democratization: Case Studies from Southeast Asia. Sedang Nuryani dan Fidrayani tergabung dalam panel dengan topik Youth and Distribution of Islamic Values through Social Media.

Pada kelompok open panel, beberapa akademisi UIN Jakarta juga ikut terseleksi. Diantaranya, Zulfa, Khasanah, Setiowati yang berpartisipasi dalam kelompok panel bertajuk Islam, Digital Technology and Health Science; Sururin, Mutiara Citra, dan Mahmuda untuk kelompok panel bertajuk Inclusivity, Tolerance and Digital Literacy.

Masih di open panel, Abdurrahman Hakim dan Nurul Adhha bakal menjadi partisipan kelompok diskusi The Trend of Moslem Fashion and Female Life Style. Hakim bahkan dipercaya jadi chair diskusi ini.

Kepercayaan jadi chair juga didapat Kusmana untuk diskusi open panel bertajuk New Faces of the Qur’an and Hadis in the Digital Age. Begitu juga Dadi Darmadi dipercaya menjadi chair pada open panel bertajuk Hijrah (Visual), Piety and Society.

Beberapa partisipan UIN Jakarta juga lolos seleksi pada extended panel. Diantaranya, Makyun Subuki dan Novi Diah Haryanti untuk kelompok diskusi Identitas Keislaman dalam Film dan Musik Populer Indonesia Kontemporer dan Dewi Aprilia Ningrum untuk kelompok diskusi Multiculturalism and Pluralism in the Millenial Age.

Lalu, Rifa Tsamrotus Saadah dan Endi Aulia Garadian untuk tajuk Charity Between Humanity and Ideology. Terakhir, Ade Sofyan Mulazid sebagai chair diskusi The Emerging Trends in Halal Industry and Islamic Economy: Tourism, Estate, and Financial Management.

AICIS merupakan konferensi internasional tahunan akademisi perguruan tinggi di bawah Kemenag dan diikuti juga para akademisi dari berbagai perguruan tinggi lokal global. Pada ajang ini, para akademisi akan memaparkan temuan riset mereka.

Tahun ini, AICIS ke-19 mengambil tema Digital Islam, Education and Youth: Changing Landscape of Indonesian Islam. Beberapa akademisi dunia juga diagendakan hadir seperti Peter Mandeville, Professor dalam bidang Politik dan Pemerintahan di Goerge Mason University sekaligus Penasehat Senior di Office of Religion and Global Affairs Amerika Serikat.

Selain itu, Peter Mandeville dikenal akademisi yang serius mendalami bidang New Media dan Studi Perbandingan Otoritas Keagamaan dan Gerakan Sosial di dunia Islam dengan fokus pada anak muda. Beberapa karya yaitu Islam and Politics (Routledge, 2014), Globalizing Religion (Sage, 2010), dan Religious Education in Britain. (zm)

Share This