Ciputat, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj, Amany Burhanuddin Lubis MA, meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) mulai tanggap dengan tren Revolusi Industri 4.0. Hal ini diperlukan agar model pendidikan mereka bisa mengadaptasi kebutuhan penyiapan sarjana profesional sesuai kebutuhan masa depan.

Demikian disampaikan Rektor yang juga Kordinator Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) 1 Wilayah DKI Jakarta saat membuka Seminar Internasional ‘Private Islamic Higher Education in 4.0 Er: Opportunities and Challenges’ di Ciputat, Rabu (16/01/2019). Kegiatan diselenggarakan oleh Kopertais 1 Wilayah DKI Jakart.

Menurutnya, tren kehidupan manusia saat ini berada dalam arah kemajuan industri 4.0 yang banyak menyediakan peluang perubahan di berbagai aspek. “Hal yang harus diahami adalah bahwa ini bukan merupakan sebuah tantangan, melainkan kesempatan untuk mendorong perubahan lebih baik perguruan-perguruan tinggi keagamaan Islam,” tandasnya.

Peluang demikian, sambungnya, bisa diisi dengan perbaikan sistem pengajaran, model pendidikan, dan kurikulum yang ditawarkan kepada mahasiswa. Industri 4.0 yang ditandai kemajuan bidang teknologi informasi bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas penting kegiatan pengajaran dan sumber pembelajaran.

“Kita sudah harus mengadopsi model pembelajaran e-learning, tidak monoton dalam pembelajaran konvensional di kelas. Karena demikian arah kemajuan yang dimunculkan Revolusi Industri 4.0,” tandasnya lagi.

Konferensi internasional sendiri menjadi pembukaan pertemuan akademik dan kerjasama PTKIS dengan berbagai perguruan tinggi dunia asal Timur Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Kegiatan yang diikuti puluhan perwakilan PTKIS di bawah Kopertais 1 Wilayah DKI tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi dan representasi perguruan tinggi luar negeri mitra PTKIS maupun pengambil kebijakan akademik Kementerian Agama RI. (Farah/adit/her/zae)

Share This