Teater Prof. Dzakiyah Darajat, BERITA UIN Online—Fakultas Psikologi (FPsi) UIN Jakarta menggelar stadium generale dengan mengusung tema Noncognitive Skills in 21th Century: Development Assessment. Acara tersebut dilaksanakan pada, Rabu (26/06), bertempat di ruang Teater Prof Dzakiyah Darajat, Kampus II UIN Jakarta.

Acara yang diikuti segenap sivitas akademika FPsi tersebut, menghadirkan seorang narasumber ahli pengukuran psikologi (psikometri), yang juga dosen psikologi UIN Jakarta yaitu, Bahrul Hayat (mantan Sekjen Kemenag RI 2006-2014).

Dalam pemaparannya, Bahrul Hayat menjelaskan bahwa, saat ini, memiliki kemampuan kognitif saja tidak cukup, terlebih kemampuan kognitif sangat terbatas oleh usia. Untuk itu, kita harus selalu mengembangkan kemampuan non-kognitif kita, dan juga memahami meta-kognitifnya dengan empat kuadran.

“Saya tahu bahwa saya tahu, saya tahu bahwa saya tidak tahu, saya tidak tahu bahwa saya tahu, dan saya tidak tahu bahwa saya tidak tahu,” pukas Bahrul.

Saat dirinya melakukan riset, sambung Bahrul Hayat, dirinya melakukan wawancara kepada pihak perusahan, ada tiga kemampuan non-kognitif yang harus kita miliki untuk dapat menghadapi dunia kerja saat ini, yaitu Ability, Adaptability, dan Curiousity.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan Bagian Administrasi Umum dan Keuangan, Yufi Adriani, hadir sekaligus membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk serius mengikuti acara hingga usai. Pasalnya, kegiatan ini sangat positif dan mampu menambah khazanah keilmuan para mahasiswa.

Selanjutnya, Akhmad Baidun yang pada kesempatan tersebut membimbing jalannya acara, dalam prolognya ia mengatakan, bahwa fakultas Psikologi memang sering mengadakan studium-studium generale yang mengangkat tema masa kini untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa psikologi, terutama pengetahuan assessment dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Sebagai informasi, saat ini, Fakultas Psikologi UIN Jakarta dikenal memiliki keunggulan di bidang pengukuran psikologi (psikometri) dan sering menjadi rujukan oleh universitas ternama lain di Indonesia yang didedikasikan melalui JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia). (lrf/LK)

Share This