Ruang Diorama, BERITA UIN Online— Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta memfasilitasi workshop penulisan proposal dan laporan riset pra-Ph.D bagi dosen pemula di Ruang Diorama, Senin (12/11/2018). Hadir sebagai narasumber Professor James Arvanitakis dari Institute for Culture and Society, Western Sydney University, Australia.

Diketahui, Arvanitakis merupakan profesor Sosiologi yang banyak melakukan riset transdisipliner mulai dari isu globalisasi, kewarganegaraan, kaum muda, dan keamanan. Beberapa karyanya antara lain Contemporary society: a sociological analysis of everyday life (Oxford University Press, 2009), Piracy: Leakages From Modernity (Litwin Books, 2014), dan The Citizen in the 21st Century (Inter-Disciplinary Press, 2013).

Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Ali Munhanif, menjelaskan workshop dilakukan sebagai bentuk pengayaan wawasan bagi para dosen muda dalam menulis proposal dan laporan riset baik studi maupun karya akademik lain. “Selain bagaimana laporan riset bisa dituliskan menjadi artikel yang layak dipublikasikan di jurnal internasional,” katanya.

Dalam paparannya, James mendorong para dosen menulis karya akademik dari proses riset atas subjek kajian yang menjadi minat keilmuannya. Selain kemampuan memanfaatkan perangkat pendekatan, kemampuan periset dalam membangun komunikasi dengan komunitas yang menjadi objek riset amat diperlukan.

Para periset, tambahnya, juga harus mampu mengantisipasi sejumlah tantangan yang mungkin hadir selama melangsungkan proses penelitiannya. “Proses riset yang cukup berat adalah saat Anda melaksanakan riset doktoral. Prosesnya tidak berjalan linier, melainkan penuh liku,” tambahnya.

Ditemui terpisah, para dosen muda mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar LP2M bekerjasama dengan Pusat Layanan Kerjasama Internasional. Salah satu peserta, Cecep Romli yang juga tenaga pengajar pada Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi mengaku mendapatkan banyak wawasan.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Biar para dosen muda bisa lebih termotivasi dalam melakukan riset,” tambahnya. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This