Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Kabar gembira bagi mahasiswa program magister konsentrasi sejarah yang tengah menempuh riset akhir. Profesor Azyumardi Azra Scholarship atau Beasiswa PAAS kembali ditawarkan untuk masa periode pendaftaran 29 Juli-15 Agustus 2021. Beasiswa bisa menjadi alternatif pembiayaan riset akhir mahasiswa penerima.

Demikian rilis resmi Program Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam (MSKI) FAH UIN Jakarta dan Lembaga Sosial Kemanusiaan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta yang diakses BERITA UIN Online, Sabtu (31/1/2021). Diketahui, kedua lembaga ini merupakan inisiator Beasiswa PAAS yang didedikasikan pada pengabdian keilmuan Profesor Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah sekaligus Rektor UIN Jakarta periode 1998-2006.

“Para mahasiswa yang saat ini sedang menempuh jenjang studi magister di kajian sejarah Islam punya kesempatan untuk mendaftar beasiswa ini, terutama mereka yang melakukan studi sejarah Islam non-konvensional  dan kajian  filantropi Islam,” ujar Kaprodi MSKI sekaligus Direktur STF UIN Jakarta Profesor Amelia Fauzia.

Rilis menyebutkan, beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam FAH UIN Jakarta atau mahasiswa magister di program studi lain dengan konsentrasi sejarah. “Diprioritaskan bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi akhir penulisan tesis,” tambah rilis lagi.

Mahasiswa peminat bisa mendaftar secara daring melalui http://bit.ly/pendaftaranPAAS2021. Pendaftaran aplikasi proposal dikirimkan sepanjang 29 Juli hingga 15 Agustus 2021. Selanjutnya pengelola program beasiswa akan melakukan seleksi berkas pada 15-20 Agustus 2021. Sedangkan pengumuman mahasiswa penerima sendiri diagendakan pada 23 Agustus 2021.

Untuk syarat administratif, beasiswa mempersyaratkan mahasiswa pendaftar tengah melakukan penelitian untuk penulisan tesis (Magister), mengisi biodata dan mengirimkan proposal penelitian secara online melalui tautan berikut: http://bit.ly/pendaftaranPAAS2021. Selain itu, pendaftar juga harus membuat proposal sesuai dengan template yang sudah disediakan  pada bit.do/proposalPAAS.

Selain itu, mahasiswa pendaftar juga memiliki indeks prestasi minimum 3.25, menyertakan surat rekomendasi Direktur Pascasarjana/Ketua Prodi MSKI atau pembimbing Tesis/Disertasi. Proposal yang masuk menjadi milik tim panitia dan tidak dikembalikan.

Terpisah, Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis mengapresiasi inisiatif pemberian beasiswa PAAS bagi para mahasiswa pascasarjana tingkat akhir dalam menyelesaikan risetnya. Menurutnya, pemberian beasiswa ini akan sangat membantu para mahasiswa dalam membiayai keperluan penelitian yang mereka lakukan.

Rektor berharap para penerima beasiswa sendiri dapat melakukan penelitiannya secara serius dan layak publikasi jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional terekognisi. “Mudah-mudahan seleksi beasiswa juga betul-betul dapat menyasar mahasiswa layak beasiswa baik secara akademis,” harapnya lagi.

Rektor sendiri mengapresiasi positif pemberian dana beasiswa PAAS diberikan kepada para mahasiswa dengan riset konsentrasi sejarah. Ia berharap beasiswa ini dapat mendorong lahirnya sejarawan-sejarawan baru penerus Profesor Azyumardi Azra.

Diketahui, STF UIN Jakarta dan Program MSKI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta sejak 2020 membuat satu inisiasi untuk mengabadikan nama Azyumardi Azra sebagai sebuah nama beasiswa. Diberi nama Professor Azyumardi Azra Scholarship, inisiasi ini punya cita-cita untuk melahirkan calon-calon sejarawan penerus riset Azyumardi Azra, dan memberi ghirrah bagi kajian Sejarah Islam.

Aplikasi dan proposal riset pendaftar program beasiswa diseleksi berdasarkan preferensi yang dapat memberikan terobosan dan kebaruan dalam pemajuan Studi Sejarah Islam Indonesia. Sedang topik-topik jangkauan pendanaan beasiswa mencakup riset tentang Filantropi Islam, Islam dan Gerakan Sosial, Kehidupan Keseharian Masyarakat Muslim, Pendidikan Islam, Lokalitas dan Kearifan Lokal, dan Ulama Lokal.

Pendanaan utama untuk beasiswa ini diperoleh dari skema penggalangan dana (fundraising) yang dikelola dengan semangat kedermawanan dan kesukarelawanan. Professor Azyumardi Azra bahkan menjadi patron dan turut memberikan sumbangsih dalam keberlangsungan beasiswa ini. (zm)

Share This