Mesjid al-Jami’ah, BERITA UIN Online— Dosen sekaligus Guru Besar Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Prof. Dr. H. Said Agil Husin al-Munawar menyampaikan Ceramah Keislaman Ramadhan di Mesjid al-Jami’ah, Senin (13/5/2019). Dalam ceramahnya, Prof. Said mengajak sivitas UIN Jakarta menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan pendidikan guna meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.

Bulan Ramadhan, sebut Prof. Said, adalah salah satu bulan yang ditetapkan sebagai bulan dimana masyarakat Muslim menunaikan ibadah puasa sebagai salah satu kewajiban yang harus dipenuhi. Merujuk kepada sejumlah ayat al-Quran dan matan hadits Nabi SAW, kewajiban berpuasa ditetapkan dengan tujuan meningkatkan ketakwaan seorang Muslim.

Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan sendiri dilaksanakan dengan keharusan seseorang menghindarkan dari hal-hal membatalkan puasa. Di saat yang sama, kewajiban berpuasa di bulan ini juga didorong untuk diisi dengan berbagai amaliah utama seperti melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir, memperbanyak dzikir, dan membaca serta mendalami kandungan al-Quran.

Berbagai kewajiban dan dorongan amaliah demikian, sambung Prof Said, sebetulnya tidak terbatas pada kewajiban itu sendiri. Menurutnya, yang harus dilakukan oleh setiap Muslim adalah memahami makna dan tujuan yang berada di balik kewajiban tersebut.

“Kewajiban menjalankan ibadah puasa dengan berbagai kewajiban yang mengiringinya, perlu dimaknai –salah satunya— sebagai salah satu pendidikan setiap Muslim. Pendidikan agar ia selalu konsisten dalam menjalankan ibadahnya hingga di bulan-bulan lain. Karena itu, Ramadhan juga disebut bulan madrasah,” ujarnya.

Ramadhan sendiri, sambung Prof. Said, merupakan bulan dengan banyak keistimewaan. Selain menjadi bulan dimana masyarakat Muslim berpuasa, di bulan ini juga diturunkan ayat al-Quran untuk kali pertama, lailatul qadar, dan janji terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan umat manusia. (zae)

Share This