Mesjid al-Jamiah, BERITA UIN Online— Ulama besar Jndonesia sekaligus Rektor UIN Jakarta periode 1992-1998, Prof. Dr. AG. H.M. Quraish Shihab, menyampaikan ceramah keislaman di hadapan mahasiswa-mahasiswi dan sivitas akademik UIN Jakarta, Sabtu (4/5/2019). Ceramah yang dilaksanakan di Mesjid dl-Jami’ah Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Jakarta dan dilakukan dua hari jelang Ramadhan 1440 H ini dipandu langsung oleh presenter kondang sekaligus puterinya, Najwa Shihab.

Ceramah keislaman dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti. Selain itu, ceramah sendiri dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan lembaga kemahasiswaan UIN Jakarta.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Quraish menyampaikan sejumlah topik keislaman baik seputar kehidupan berbangsa, nalar agama, maupun amaliah sepanjang bulan Ramadhan. Menyangkut kehidupan berbangsa, Quraish mendorong masyarakat Muslim Indonesia untuk selalu menjaga tali persaudaraan dengan cara menghormati satu sama lain.

Salah satu bentuk penghormatan, sambung Menteri Agama RI ke-16 ini, bisa dilakukan dengan menghentikan segala bentuk ujaran kebencian dalam berbagai bentuknya. Tidak hanya di kehidupan nyata, ujaran kebencian juga harus distop di berbagai media sosial internet.

Seiring kehidupan modern yang ditandai kemajuan sains dan industri, Prof Quraish mengingatkan bahwa agama (Islam) memiliki dimensi yang bisa dinalar dan tak bisa dinalar oleh logika sains ilmu pengetahuan. Sebab, jelasnya, keberagamaan juga tidak hanya menyangkut penalaran melainkan penerimaan iman.

Perintah sholat misalnya, penulis Tafsir Al-Mishbah ini mencontohkan, seorang Muslim diperintahkan menjalankan ibadah shalat dzuhur dan asyhar dengan bilangan masing-masing empat rokaat. Secara logika, manusia di waktu tersebut sedang sibuk-sibuknya bekerja atau kelelahan fisik setelah seharian bekerja.

“Lalu, mengapa saat setelah kita tertidur, beristirahat dengan cukup, lalu di waktu subuh diperintahkan menjalankan shalat hanya dua rakaat? Itulah agama. Ada yang bisa dinalar, juga ada sisi yang hanya membutuhkan penerimaan iman,” katanya.

Dalam sesi ceramahnya, ulama kelahiran Rappang 16 Februari 1944 yang menempuh studi ilmu tafsir tingkat sarjana hingga doktornya di Jurusan Tafsir dan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas al-Azhar Kairo ini menerima tanya jawab dari mahasiswa yang memadati Mesjid al-Jami’ah. Di sesi akhir, Quraish juga membagikan hadiah buku dan berswafoto bersama mahasiswa.

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor mengaku berbahagia atas kehadiran Prof Quraish memberikan ceramah keislaman di hadapan mahasiswa. Menurutnya, kehadiran ini memberikan dua hal bagi mahasiswa. Keduanya, yaitu membangun kedekatan emosional para mahasiswa dengan Prof Quraish yang merupakan salah satu pendidik sekaligus pernah menjadi pimpinan UIN Jakarta.

Lainnya, kehadiran Prof Quraish juga menjadi dorongan para mahasiswa untuk mengikuti jejak keilmuan keislamannya. Diketahui, Prof Quraish merupakan salah satu pakar tafsir al-Quran terkemuka di era kontemporer dengan salah satu karyanya Tafsir al-Mishbah.

Selanjutnya, Rektor juga mengajak mahasiswa dan sivitas akademika UIN Jakarta lainnya untuk memperbanyak ibadah dan mendalami keilmuan Islam sepanjang bulan Ramadhan. Untuk itu, Rektor juga menyarankan mereka mengurangi aktifitas media sosial. “Kurangilah aktifitas ber-media sosial, perbanyaklah membaca dan mempelajari kandungan al-Quran,” tambahnya.

Di tepi lain, Prof. Andi yang hadir mendampingi Rektor juga menyambut baik kesediaan Prof Quraish menyampaikan ceramah di hadapan sivitas akademik UIN Jakarta. Menurutnya kehadiran Prof Quraish tidak hanya bermanfaat secara keilmuan dan keislaman, melainkan juga memotivasi para mahasiswa UIN Jakarta dalam mengikuti konsistensi dan totalitas pengabdiannya di keilmuan keislaman.

“Semoga para mahasiswa bisa mencontoh semangat keilmuan dan pengabdiannya kepada kehidupan umat dan bangsa ini,” pungkasnya. (zae)

Share This