Prof. Dr. Yuli Amran, M.K.M.

Prof. Dr. Yuli Amran, M.K.M.

15 Foto Prof. Dr. Yuli Amran, MKM - Foto 1
Foto Profil Muhammad Ridwan Ramadhan Foto Profil Tiara Abdhie
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan Prof. Dr. Yuli Amran, M.K.M. sebagai Guru Besar Bidang Biostatistik Kesehatan Masyarakat. Dalam momen bersejarah tersebut, ia menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Dari Angka Menuju Kemaslahatan: Biostatistik dan Pengembangan Maqashid Health Index” (serta naskah ilmiah “Biostatistik untuk Kemaslahatan: Kerangka Konseptual Maqashid Health Index sebagai Indeks Kesehatan Masyarakat”), yang menyoroti bagaimana ukuran statistik agregat dan nilai rata-rata kerap menyembunyikan ketimpangan distribusi manfaat kesehatan pada kelompok rentan seperti masyarakat miskin, penyandang disabilitas, dan warga di wilayah terpencil.

Melalui gagasan Biostatistik untuk Kemaslahatan, ia merumuskan kerangka konseptual Maqashid Health Index (MHI) sebagai indeks komposit multidimensional berbasis Maqashid al-Shariah yang menerjemahkan lima dimensi perlindungan—yakni perlindungan agama dan spiritualitas (hifz al-din), kehidupan (hifz al-nafs), akal dan kesehatan mental (hifz al-'aql), keluarga dan keberlanjutan generasi (hifz al-nasl), serta sumber daya ekonomi dan finansial (hifz al-mal)—ke dalam domain dan indikator kesehatan masyarakat yang terukur. Konstruksi MHI ini berpijak pada tiga prinsip utama, yaitu kemaslahatan multidimensional, keadilan distribusi sebagai bagian dari skor penilaian, serta perlindungan minimum dan pembatasan kompensasi agar keberhasilan pada satu dimensi tidak menutupi kekurangan mendasar pada dimensi lainnya, sehingga memastikan “tidak ada seorang pun yang hilang di balik nilai rata-rata”.

Rekam jejak intelektual Prof. Yuli Amran ditempa secara konsisten di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia mulai dari jenjang Sarjana (S1), Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (S2), hingga meraih gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat (S3). Berkarier di dunia pendidikan tinggi sejak tahun 2004 dan mengabdi sebagai Dosen PNS di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun 2008, kiprah akademik dan manajerialnya juga diperkuat melalui pengabdian di jajaran dekanat selama dua periode berturut-turut (2019–2023 dan 2023–2027).

Kini, selaku Guru Besar yang aktif melahirkan berbagai publikasi ilmiah terkait biostatistik, determinan gizi dan pencegahan stunting, kesehatan ibu dan reproduksi, kesehatan kerja, hingga promosi kesehatan masyarakat, pengukuhan ini tidak hanya menjadi puncak capaian akademik personalnya, melainkan juga kian memperkokoh kontribusi strategis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengintegrasikan keilmuan kesehatan masyarakat, biostatistik, dan nilai-nilai keislaman demi mewujudkan pembangunan kesehatan yang adil dan bermaslahat di Indonesia.