Gedung TIK, BERITA UIN Online— Pusat Pengembangan Bahasa UIN Jakarta menggelar workshop tiga bahasa yang melibatkan sedikitnya 60 peserta yang terdiri dari para dosen bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia PTKIN se-Indonesia. Workshop yang dilaksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu (23-24/04) tersebut, dilaksanakan di Gedung Pusat TIK Nasional.

Mengusung tema Pengembangan Kebijakan Bahasa Asing di Indonesia dan Pembuanaan Bahasa Indonesia, workshop tersebut merupakan bagian dari program kemitraan antara PPB UIN Jakarta dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Kemendikbud RI.

Kepala PPB UIN Jakarta Siti Nurul Azkiyah dalam sambutannya menyampaikan, perlunya terobosan yang strategis untuk mengatasi situasi rendahnya kemampuan bahasa Inggris dan Arab mahasiswa di UIN Jakarta.

“Di samping itu, penanganan kemampuan berbahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang mengikuti perkuliahan reguler di UIN Jakarta juga dirasakan belum signifikan untuk mempersiapkan mereka mengikuti perkuliahan serta bersosialisasi dengan teman sejawat dan masyarakat sekitar,” pukas Nurul.

Menyikapi situasi tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kemendikbud RI, Emi Emilia, mengatakan, bahwa mahasiswa Indonesia seharusnya tidak hanya diuji kemampuannya berbahasa asing, namun juga kemampuannya dalam bahasa Indonesia.

Emi menambahkan, perlu adanya menyeimbangkan peranan bahasa asing dan bahasa Indonesia di tengah masyarakat Indonesia agar bahasa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, juga dapat mendunia.

“Mahasiswa asing yang belajar di Indonesia juga sebaiknya mencapai jenjang kemahiran yang cukup agar dapat mengikuti perkuliahan di Indonesia secara tuntas serta mempromosikan almamaternya di negara asalnya,” tandas Guru Besar UPI Bandung tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Subdit Pengembangan Akademik, Direktorat PTKI Kemenag RI, Mamat S. Burhanudin, mengungkapkan optimismenya tentang potensi yang dimiliki oleh umat Islam di Indonesia untuk menarik perhatian masyarakat dunia yang ingin mempelajari Islam yang ramah.

“Oleh karenanya diperlukan program persiapan bahasa Indonesia yang terkelola dengan baik, bukan hanya untuk mengajarkan bahasa, juga memperkenalkan budaya, khususnya yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia untuk mengatasi berbagai perbedaan di dalam masyarakat,” tutur Mamat.

Sedang Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, menyatakan bahwa mahasiswa di UIN Jakarta perlu mengembangkan etos belajar individunya agar dapat berhasil menguasai kompetensi berbahasa asing.

Pembukaan pagi itu kemudian dilanjutkan dengan workshop pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), penyusunan rancangan pembelajaran berbasis teks, serta pengajaran sejawat. Sebagai informasi, hadir dalam workshop tersebut para narasumber di antaranya, Emi Emilia, Harni Kartika Ningsih, Nuryani, dan Makyun Subuki.(lrf/Ros/Alm)

Share This