Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Tujuh petinggi Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura, Kalimantan Selatan, mengunjungi kampus UIN Jakarta, Selasa (12/1/2021). Mereka adalah Hafiz Anshari AZ (Rektor), Fauzan Saleh (Wakil Rektor Bidang Akademik), Quzwini (Wakil Rektor Bidang Adinistrasi Umum), Izzudin (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Abdussalam (Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni), Khairullah (Kepala Bagian Pangkalan Data dan Informasi), dan Wahidah (Anggota Senat Institut).

Kunjungan rombongan diterima Rektor UIN Jakarta Amany Lubis di Ruang Sidang Utama gedung Rektorat. Turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifli, para dekan, para kepala biro, serta beberapa staf rektorat UIN Jakarta.

Menurut Hafiz Anshari, kunjungan rombongan ke UIN Jakarta dilakukan selain untuk bersilatutahmi juga ingin belajar dalam mengembangkan kampus yang dipimpinnya.  Lebih dari itu, ia secara pribadi dan istrinya, Wahidah, untuk bernostalgia serta reuni.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat periode 2007-2012 itu memang tercatat sebagai alumni Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta saat kuliah S2 dan S3. Bahkan saat kuliah S2, ia juga pernah satu kelas dengan Amany Lubis yang sekarang menjadi Rektor UIN Jakarta.

“Istri saya, saat menjadi Ketua KPU dan tinggal di Jakarta, adalah dosen di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta,” tuturnya.

Kepada Rektor Amany Lubis, guru besar UIN Antasari Banjarmasin itu juga mengatakan bahwa saat ini dirinya dipercaya untuk memimpin IAID, salah satu perguruan tinggi Islam tertua di Martapura. Perguruan ini berdiri sejak 1968 di bawah Yayasan Pondok Pesantren Darussalam.

IAID, menurut Hafiz, saat ini memiliki tiga fakultas dengan enam program sudi, yaitu Fakultas Tarbiyah (3 program studi), Fakultas Syariah (1 program studi), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (2 program studi).

“Jadi, kami ingin bekerja sama dengan UIN Jakarta dalam mengembangkan fakultas dan jurusan di IAID,” katanya.

Rektor UIN Jakara Amany Lubis sebelumnya mengatakan sangat senang bertemu dengan kolega lamanya itu. Ia menyebut Hafiz Anshari saat kuliah di pascasarjana sebagai mahasiswa yang cerdas.

“Pak Hafiz pernah menerima nilai angka 100 bulat. Dosennya waktu itu Sutan Takdir Alisyahbana,” ucapnya.

Rektor Amany Lubis juga mengaku ikut bangga Hafiz Anshari masih memiliki semangat mengabdi sebagai pengajar. Ia kemudian mengajak agar para ilmuwan menjaga citra diri dan integritas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Pada bagian lain, Rektor Amany Lubis menegaskan bahwa UIN Jakarta saat ini sedang berproses menuju kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Rektor pun berharap agar status tersebut segera terwujud dalam waktu dekat.

“Jika sudah terwujud, maka UIN Jakarta adalah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) pertama di Indonesia yang menyandang status PTN BH,” ujarnya. (ns)

Share This
Beasswa Mahasiswa Terdampak Covid 19 STF