Malang, BERITA UIN Online – Pesta kembang api ikut memeriahkan pembukaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang digelar di lapangan kampus UIN Malang, Jawa Timur, Senin (15/7/3029) malam. Acara dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan menekan tombol sirine yang dibarengi semburat kembang api aneka warna.

Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya menekankan agar semangat Pionir IX dijadikan momentum untuk menjalin tali silaturahmi nasional. Karena misi utama Pionir adalah memperkuat tali silatrahmi kebangsaan.

“Pionir harus menjadi sarana perekat tali asah, tali asih, dan tali asuh antarsivitas akademika UIN, IAIN dan STAIN,” katanya.

Menag juga menyatakan dirinya sangat bangga dengan kegiatan Pionir yang tahun ini digelar di UIN Malang. Ia berharap kegiatan seperti ini bukan semata menjadi ajang berprestasi bagi mahasiswa tetapi juga memperkuat silaturahmi.

“Mengawali sebagai Menteri Agama, dua tahun lalu saya membuka Pionir XIII di UIN Arraniry Banda Aceh. Kini saya berada di kampus UIN Malang guna membuka Pionir IX,” katanya.

Menurut Menag, ia merasa bangga berada di tengah-tengah mahasiswa dan mahasiswi PTKIN. Bahkan ketika dirinya akan hadir di UIN Malang, ia mengaku khawatir tak bisa datang. Sebab, dalam waktu yang bersamaan dirinya tengah berlangsung rapat kabinet terbatas di Istana Presiden.

“Saya cemas dan khawatir karena harus mengejar pesawat sore itu juga. Sedangkan sampai pukul 3 sore tadi saya masih berada di Istana Presiden. Butuh waktu 30 menit dari Istana Presiden menuju Bandara Soekarno Hatta,” ungkap Menag.

Beruntung, pada pukul 15.02 menit Presiden Jokowi mengakhiri arahannya, sehingga dirinya dapat segera ke bandara.

“Jika sampai tidak terkejar (ke bandara), pasti saya akan dimarahi seluruh mahasiswa PTKIN,” ujarnya.

Pembukaan Pionir IX yang bertajuk “Spirit of Unity” itu berlangsung meriah. Selain pesta kembang api, juga digelar devile dari masing-masing kontingen dari 58 PTKIN di Indonesia.

Acara pembukaan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wali Kota Malang Sutiaji, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim.

Perhelatan Pionir IX berlangsung 15-21 Juli 2019 dengan melombakan empat kategori atau 38 mata lomba. Pionir kali ini diikuti 3.200 peserta, 700 official, dan 58 pimpinan kontingen.

Mata lomba itu adalah bidang ilmiah terdiri dari Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Musabaqah Makalah Qur’ani (MMQ) dan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK). Cabang olahraga yakni futsal, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, sepak takraw, pencak silat, bola basket, dan karate.

Cabang seni meliputi Musabaqah Tilawah al-Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil-Quran (MHQ), Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Kaligrafi, Pop Solo Islami, Design dan peragaan Busana Muslim, Puitisasi Alquran, dan Marawis. Adapun bidang riset meliputi karya tulis ilmiah dan karya inovatif mahasiswa. (ns)

Share This