Pondok Aren, BERITA UIN Online – Seorang peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Jakarta mengedukasi masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) dan kebersihan lingkungan. Selain itu, ia juga aktif membagikan masker kepada warga dan melakukan penyemprotan lingkungan dengan disinfektan.

Membuat kran air pencuci tangan.

Kegiatan tersebut dilakukan Aulia Millatina Tasya, salah satu peserta KKN Dari Rumah (DR) atau daring, yang mengabdi di Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Ia melakukannya seorang diri mengingat KKN selama pandemi tidak dilakukan secara berkelompok melainkan perorangan dan di tempat tinggal masing-masing.

“Kegiatan selama KKN di antaranya mengedukasi masyarakat untuk menjaga prokes. Pendidikan prokes ini penting karena banyak warga yang tidak patuh menjaga kesehatan,” katanya saat ditemui BERITA UIN Online di Pondok Aren, Selasa (27/7/2021).

Hampir setiap hari, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan itu, mengedukasi warga untuk menerapkan prokes. Edukasi yang dilakukan di antaranya bagaimana mengenakan masker yang benar dan cara mencuci tangan dengan sabun.

Caranya, Tasya, yang dibantu aparat kelurahan setempat, mengumpulkan warga di satu tempat namun dengan tetap menjaga jarak dan bermasker. Kemudian ia pun memberikan pengetahuan dan simulasi mengenai penerapan prokes minimal 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, serta menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Aksi membagikan masker kepada warga.

Upaya pencegahan dengan prokes semata dilakukan agar warga tidak terpapar oleh virus yang mematikan itu. Pemberian edukasi prokes secara langsung seperti itu, menurut Tasya, dinilai efektif karena lebih mudah dipahami dan ditaati oleh warga.

“Penerapan langsung tentang prokes secara langsung setidaknya dapat menyadarkan warga mengenai bahaya pandemi Covid-19,” ujar Tasya.

Selain dalam bentuk penyuluhan, Tasya juga aktif membagikan masker dan hand sanitizer serta memasang poster-poster imbauan 3M. Kegiatan lainnya selama KKN adalah melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kantor kelurahan dan rumah-rumah penduduk.

Bahkan demi peduli kesehatan, ia juga membuat beberapa kran pencuci tangan untuk ditempatkan di lokasi strategis.

“Kami juga mengadakan bakti fisik, seperti membersihkan tempat-tempat ibadah, sarana umum, dan lingkungan sekitar kelurahan,” imbuhnya.

Aksi menempel poster imbauan protokol kesehatan.

Selain Tasya, sebenarnya ada ribuan mahasiswa lain yang melakukan kegiatan KKN DR tahun ini. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Program KKN diselenggarakan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta. Kebijakan penerapan model KKN DR ditempuh PPM guna menghindari kerumunan di masa pandemi Covid-19.

“Model KKN DR atau secara daring ini digelar untuk kali kedua sejak masa pandemi Covid-19. Kebijakan lainnya, mahasiswa boleh mengadakan KKN di kampus namun dengan jumlah terbatas,” kata Kepala PPM, Kamarusdiana, yang ditemui di tempat terpisah.

Dia mengungkapkan bahwa selama KKN DR mahasiswa diminta untuk banyak berinovasi dan berkreasi. Seluruh kegiatan di lokasi KKN dapat dilakukan secara tatap muka atau melalui daring.

“Intinya bagaimana kegiatan KKN DR atau KKN di Kampus tetap dapat terlaksana dengan baik sesuai kalender akademik,” ujarnya. (ns)

Share This