Oleh Prof. Dr. Amany Lubis, MA

Al-Adab qabla al-‘Ilm.

(Berakhlak karimah lebih didahulukan daripada berilmu luas. Bersikap baik adalah lebih utama daripada mempertontonkan kecerdasan. Dengan bersabar, adil, dan tekun, capaian rasional dan intelektualitas akan diraih).

Pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang sangat besar. Semakin kompleksnya perubahan masyarakat sebagai input pendidikan tinggi mendorong dosen untuk dapat memberikan kualitas pembelajaran dalam perkuliahan ke arah standar akademik yang lebih tinggi dari sebelumnya. Peran dosen dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus ikut mengambil peran dalam menyiapkan mahasiswa agar lebih kompeten dan memiliki daya saing yang dibutuhkan dunia saat ini. Proses perkuliahan tentunya harus direvolusi dan diorientasikan kepada pembelajaran yang lebih modern dalam menghadapi Era Society 5.0 yang menuntut untuk penguatan terhadap 3 literasi utama, yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan. Beberapa pesan untuk dosen:

  1. Meningkatkan kegemaran dan kesadaran pentingnya belajar. Semakin banyak belajar semakin kita sadar bahwa pengetahuan kita terbatas. Dengan demikian, motivasi tersebut juga dapat ditularkan kepada mahasiswa agar tidak bosan untuk belajar sebagai generasi penerus.
  2. Berjiwa pendidik yang selalu berusaha mencerdaskan siapa pun di sekitar dan menebarkan ilmu yang dimiliki dengan dedikasi tinggi dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
  3. Amat peduli kepada kondisi sekitar dan nasib bangsa. Ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ikut serta dalam kegiatan filantropi untuk berbagi kepada sesama yang sedang membutuhkan bantuan.
  4. Semua aktivitas dilakukan dengan ikhlas. Tidak untuk posisi/jabatan. Tidak untuk materi. Tetap hidup dalam kesederhanaan. Selalu optimis dan tidak pantang menyerah dalam merencanakan berbagai kegiatan dan aktivitas.
  5. Mengembangkan kolaborasi penelitian dengan kajian keilmuan terintegrasi. Mengembangkan kolaborasi penelitian di bidang Deep Learning and Artificial Intelligence di Pustiknas/NICT dalam rangka pelaksanaan blended learning.
  6. Mengembangkan jaringan konferensi internasional dan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional dan internasional. Memaksimalkan potensi mahasiswa sebagai rekan riset sehingga dapat produktif bersama dalam publikasi ilmiah.
  7. Ikut serta dalam program fellowship research dan program beasiswa S3/Ph.D degree ke berbagai kampus di dalam dan luar negeri. Ikut aktif mencari peluang dan informasi berkaitan dengan shortcourse peningkatan capacity building di dalam dan luar negeri.
  8. Membantu kampus untuk bisa masuk dalam jaringan dan kerja sama dengan ASEA UNINET (ASEAN-European Academic University Network) dan berkontribusi dalam berbagai pemeringkatan untuk meningkatkan performa UIN Syarif Hidayatulllah Jakarta, seperti Manajemen Perubahan, Zona Integritas, Keterbukaan Informasi Badan Publik, Electronic- Strategic Management System, UI GreenMetric, Sistem Pemerintahan Berbasis Digital, Penilaian Tingkat Maturitas Keamanan Informasi, dan sebagainya.

Pesan kepada Mahasiswa

Semoga mahasiswa UIN Jakarta yg saat ini berjumlah lebih dari 34 ribu orang selalu bersemangat dan mengembangkan inspirasi untuk dapat belajar dengan  baik dan mengantisipasi berbagai permasalahan di masa wabah Covid-19 saat ini. Tentunya perpaduan antara virtual space dan physical space harus dapat dimaksimalkan oleh mahasiswa untuk dapat memperoleh hasil perkuliahan yang maksimal. Beberapa pesan untuk mahasiswa:

  1. Selalu menjaga kesehatan dan selalu mengecek suhu badan apabila melakukan kegiatan di luar rumah. Segera berobat ke dokter bila merasakan tidak enak badan. Jujur terhadap kondisi yang sedang dialami sehingga kemungkinan apapun bisa diatasi bersama.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan dan ikut andil dalam penyemprotan disinfektan di sekitar untuk menjaga kenyamanan saat mengikuti perkuliahan daring ataupun luring. Menerapkan kebiasaan baru dalam setiap aktivitas untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
  3. Penjagaan diri sendiri dengan menjaga kekebalan tubuh dan melakukan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.
  4. Berkonsentrasi dalam mengikuti perkuliahan daring dan meningkatkan kepekaan untuk cepat memahami materi ajar. Menyiapkan strategi self regulated learning sehingga tumbuh motivasi personal untuk memahami materi perkuliahan.
  5. Mengembangkan kemampuan menggunakan teknologi informasi untuk membuat bahan presentasi yang menarik dan berdasarkan infografik. Hindari presentasi dengan hanya menggunakan fulltext.
  6. Optimalkan konsolidasi dengan sesama teman agar akurat dalam administrasi akademik dan lulus tepat waktu kurang dari 4 tahun. Maksimalkan koordinasi dengan dosen pembimbing akademik dan dosen lainnya untuk selalu mendapat motivasi lulus kuliah tepat waktu.
  7. Penerapan social distancing dengan Pembelajaran Jarak Jauh dan physical distancing dengan memberi jarak untuk tidak berinteraksi dan beribadah secara berdekatan. Hal tersebut dapat meminimalisir dan mencegah penyebaran virus yang sedang mewabah.
  8. Perbanyak berdoa dan berzikir dan istighatsah. Kita harus menyelesaikan urusan ini dengan panduan Al-Qur’an. Kita harus menyelesaikan urusan ini dengan ALLAH SWT. Mari kita berkomitmen untuk menjadi orang yang lebih beriman dan berakhlak baik.

Share This