Ciputat, BERITA UIN Online— Setiap sarjana-alumnus UIN Jakarta diharap mampu mencatatkan sejarah pengabdian bagi masyarakat sekitar. Nilai-nilai egalitarian, kepercayaan diri, dan ketekunan yang dipupuk selama kuliah dinilai bisa menjadi bekal berharga dalam menapak karir pengabdian mereka. Untuk itu, mereka diharap bisa selalu menjaga ikatan batin sesama lulusan UIN Jakarta.

Demikian disampaikan Encop Sofia MA, Anggota DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024 dalam Wisuda Sarjana UIN Jakarta ke-115 di Auditorium Utama UIN Jakarta, Minggu (23/02/2020). Alumnus Jurusan Dakwah, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Jakarta (kini, UIN Jakarta) ini didaulat menyampaikan testimoni alumni.

Menurut Encop, setiap alumnus UIN Jakarta diharap bisa mencatatkan kontribusi tidak hanya untuk dirinya melainkan juga lingkungan sekitarnya. Mereka harus memiliki kepedulian terhadap yang lain dalam berbagai profesi pengabdian yang digeluti.

“Untuk itu, mari membuat sejarah. Buatlah sejarah teman-teman, adik-adikku. Karena hidup ini untuk membuat sejarah,” serunya.

Encop mengakui, dirinya sempat mengalami dilema saat diwisuda sebagai sarjana IAIN Jakarta. “Saat wisuda, saya tidak tahu mau apa dan kemana? Meski berorganisasi,” katanya.

Namun, lanjutnya, ia mencoba bermimpi besar untuk melanjutkan kiprah lebih luas. “Saya berfikir, apakah saya bisa bergabung dengan alam yang sangat luas. Tidak hanya Indonesia, tapi juga internasional,” terangnya menantang diri sendiri.

Untuk itu, ia berusaha sekuat tenaga berjuang melanjutkan jenjang pendidikannya di University of Hawaiʻi at Mānoa, sebuah universitas negeri AS yang berdiri sejak 1907 M. Di kampus ini, perempuan asal Serang, Banten, ini mengambil studi pada program Master in Political Sciences.

Telusuran BERITA UIN Online, Encop memang lebih memilih mengabdikan diri sebagai aktifis sosial setelah pendidikan magisternya selesai. Ia misalnya pernah menggawangi Divisi Perempuan sebuah lembaga yang menyuarakan Hak-Hak Asasi Manusia Jakarta, mendirikan Yayasan Banten Girang Foundation yang fokus memberdayakan perempuan, sebelum kemudian ia dipercaya menjadi Anggota Komisi I DPRD Provinsi Banten.

Encop mengaku bersyukur, perjalanan hidupnya selama kuliah di Ciputat memberinya banyak tempaan yang menguatkan diri. Setidaknya ada tiga hal yang ia dapatkan selama kuliah di Ciputat, yaitu nilai-nilai egalitarian, kepercayaan diri, dan ketekunan.

Ketiganya, jelas Encop, bisa jadi bekal berharga bagi setiap alumnus UIN Jakarta lainnya usai lulus kuliah. “Ketika sudah lulus UIN Jakarta,  ada nilai-nilai egalitarian, kepercayaan diri, dan ketekunan yang bisa jadi bekal,” katanya.

Lebih jauh, Encop juga mendorong para sarjana alumni UIN Jakarta membangun ikatan batin lebih kuat sebagai sebuah keluarga. Ikatan demikian, sebutnya, menjadi modal berharga saat para alumni berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Terlebih, katanya, UIN Jakarta sudah melahirkan banyak lulusan yang berkarya di banyak bidang. “Tapi mohon satu hal yang tampaknya perlu diperkuat, yaitu ikatan batinnya. Teman-teman, agar lebih solid, lebih loyal, lebih ada solidaritas sosialnya antar alumni UIN Jakarta. Kita memang terbuka, tapi persahabatan, rumah besar ini, kenangan di dalamnya itu juga kekuatan untuk membangun keadilan sosial,” paparnya. (adt/hmn/zm)

Share This