Pererat Silaturahmi, Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten Gelar Halal Bihalal
Gedung Kopertais, Berita UIN Online – Masih memeriahkan bulan Syawal, Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten menggelar acara halal bihalal sebagai ajang silaturahmi, saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan antar-akademisi, dengan mengusung tema “Merajut Silaturahmi dan Memperkuat Ukhuwah antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten” di Gedung Kopertais, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini di hadiri langsung oleh istri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Analis Kebijakan Ahli Madya Dra. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Koordinator Kopertais 1 Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Koordinator Kopertais 1 Prof. Dr. Sururin., M.Ag. Sekretaris Koordinator Kopertais 1, para Rektor dan jajaran pimpinan lainnya.
Dalam sambutannya, Analis Kebijakan Ahli Madya Dra. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si. menegaskan bahwa ukhuwah sangat penting bagi kemakmuran (PTKIS). “Dengan saling menyapa bukan hanya saat membutuhkan bantuan, kami kopertais terbuka lebar untuk mendidik generasi umat, menjaga nilai keislaman dan membangun masa depan bangsa,” ujarnya
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. menekankan bahwa UIN Jakarta agar membina dan mengarahkan (PTKIS) yang berada di Kopertais Islam supaya meningkatkan berbagai aspek penelitian, pembelajaran, pengabdian, dengan saling berkolaborasi satu dengan yang lain, tidak saling bermusahan dan bersatu meningkatkan Institusi secara baik.
Selanjutnya, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. mempertegas bahwa jangan membatasi gerak dari perguruan tinggi hanya karena yayasan. Adanya yayasan itu sebagai pengayom, pemberi, penopang dan pendorong. Jangan mengurusi hal-hal yang tidak penting, seharusnya dengan mengelola perguruan tinggi dapat menjadi jalan menuju surga bukan menjadi penghalang untuk masuk surga.
Kemudian, Sururin menyampaikan ucapan syukur dan menyambut baik bapak ibu (PTKIS) yang hadir serta merasa begitu dekat karena seringnya berkomunikasi dengan semua pimpinannya.
Memasuki penghujung acara paparan tausiah Ustadz Maulana mengenai panduan praktis untuk menjadi manusia yang lebih baik di mata Sang Pencipta bahwa transformasi diri dimulai dari muhasabah diri, yakni keberanian untuk berkaca dan mengevaluasi setiap khilaf yang telah diperbuat.
“Saya ulangi, kalau mau menjadi baik lakukan ini, muasabah karena gini kita ini siapa yang mau nasehatin makanya kita nasehatin diri” ungkapnya
Fondasi ini kemudian diperkuat dengan kekuatan doa sebagai bentuk pengakuan atas keterbatasan makhluk, serta peningkatan kualitas ibadah yang dilakukan secara konsisten bukan sekadar rutinitas. Kesalehan individu harus dibarengi dengan kesalehan sosial melalui sedekah, yang berfungsi menyucikan harta sekaligus memperhalus empati terhadap sesama dengan mengajak jamaah untuk membentengi hawa nafsu agar menjalankan ibadah puasa.
(Khoirillah/Fauziah M./Zaenal M./Fajri NafisaFoto: Alfin Ilham)



