Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Pendaftaran masuk UIN Jakarta tahun akademik 2020/2021 melalui sistem Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) akan dibuka pada Februari 2020 mendatang. Kuota penerimaan masing-masing PTKIN di jalur ini hanya 20 pesen dari total seleksi penerimaan di luar jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Berdasarkan siaran pers Humas UIN Jakarta yang diterima BERITA UIN Online, Selasa (7/1/2020), proses penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi rapor ini dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama, pendaftaran diawali dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). Pengisian data dibuka secara online mulai 6-31 Januari 2020 di alamat https://pdss.span-ptkin.ac.id. Ketentuan ini berlaku bagi sekolah yang sudah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Sementara bagi sekolah yang belum memiliki NPSN, diwajibkan mendaftar terlebih dahulu dengan mengirimkan permohonan ke alamat e-mail info@span-ptkin.ac.id.

Tahap kedua, sekolah kemudian mendaftarkannya ke alamat span-ptkin.ac.id pada 3-28 Februari 2020. Setelah itu, data yang masuk akan diseleksi oleh tim panitia nasional dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada 2-13 Maret 2020 dan tahap kedua pada 16-20 Maret 2020. Hasil seleksi SPAN PTKIN ini akan diumumkan pada 10 April 2020 dan selanjutnya dilakukan pendaftaran ulang di masing-masing PTKIN.

SPAN PTKIN merupakan seleksi masuk PTKIN yang mendasarkan kepada nilai prestasi akademik atau prestasi lain siswa. Seleksi ini diikuti oleh 58 PTKIN di Indonesia, yaitu 17 UIN, 32 IAIN, dan 9 STAIN.

Persyaratan calon mahasiswa adalah lulusan SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu’adalah kelas terakhir pada tahun 2020, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memperoleh rekomendasi dari kepala sekolah/madrasah, dan memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di PTKIN.

Ketentuan lain dalam seleksi ini calon mahasiswa hanya dibolehkan memilih satu program studi di dua PTKIN atau dua program studi di satu PTKIN. Sementara program studi yang dipilih seluruhnya yang bersifat keagamaan (bukan program studi umum).

Hingga berita ini diturunkan, UIN Jakarta belum menawarkan mengenai program studi keagamaan dimaksud. “Panitia UIN Jakarta belum menggelar rapat. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan segera disampaikan,” kata Kepala Humas UIN Jakarta, Samdudin. (ns)

Share This