Gedung FITK, BERITA UIN Online– Sejumlah pembimbing Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam (PPG PAI) mengikuti Refreshment dan Simulasi Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) pada Rabu, (12/6/2019) di ruang teater Prof Mahmud Yunus lt 3 Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Para pembimbing tersebut terdiri dari para dosen PAI bidang Struktur Keilmuan PAI, PAI Kontemporer, Alquran, Alhadis, Akidah, Akhlak, Fiqh, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Masing-masing pembimbing sebelumnya sudah diberikan akun pribadi dengan login ke https://ppg.siagapendis.com/ dengan menggunakan NIDN dan password yang diberikan FITK.

Dekan FITK Dr Sururin MAg dalam sambutannya mengatakan untuk kali pertama Direktorat PAI Kemenag membuat program daring sendiri. Sebelumnya, pembelajaran daring untuk mahasiswa PPG menggunakan Program Spada Kemenristekdikti.

“Ini aplikasi perdana yang dibuat Kemenag, pasti masih ada yang belum pas dan banyak kekurangannya. Maka mohon para dosen untuk memberikan masukan,” ujar Sururin.

Kegiatan PPG ini, sambungnya, terdiri dari beberapa kegiatan. Setelah peserta terjaring, proses selanjutnya adalah pembelajaran daring selama 3 bulan. Dikumpulkannya para pembimbing, selain memperkenalkan sistem daring Siaga Pendis Kemenag dengan simulasi, Sururin juga meminta para pembimbing untuk ikut mengoreksi sistem tersebut agar menjadi lebih sempurna.

“Ini adalah produk kita dan sebagian besar modulnya produk FITK UIN Jakarta. Mohon untuk dapat dikoreksi dan disempurnakan untuk perbaikan demi pelayanan dan mewujudkan pendidikan yang terbaik,” imbuhnya.

Diuraikannya, untuk PPG PAI 2019 ini, mahasiswa yang terdaftar sebanyak 206 orang dengan rincian 135 guru PAI DKI Jakarta, selebihnya dari Jabodetabek, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

“DKI Jakarta menganggarkan 350 mahasiswa, namun yang baru ikut tes 135 orang. Untuk Babel dan Kepri, mereka lebih memilih ikut di UIN Jakarta dengan pertimbangan trasnportasinya lebih mudah,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengelola PPG PAI FITK Dr Ahmad Sofyan MPd menjelaskan persiapan kegiatan PPG PAI ini sudah dimulai dari Maret 2019 untuk penyiapan modul dan soal pembelajaran daring. Sedangkan pelaksanaannya dijadwalkan selama tiga bulan dimulai 17 Juni sampai 7 September 2019.

Ditambahkannya, jumlah total modul daring sebanyak 14 modul, dengan rincian enam modul pedagogik dan delapan modul PAI. Untuk UIN Jakarta, akan diselesaikan Pedagogik terlebih dahulu dengan 6 materi, dari 17 Juni sampai 22 Juni, setelah selesai baru masuk konten PAI.

“Setelah itu mereka akan kita undang untuk mengikuti kegiatan lokakarya di kampus PPG FITK UIN Jakarta di Sawangan Depok,” ujar Sofyan.

Dari 206 peserta ini, sambungnya, untuk daring akan dibagi menjadi 10 rombongan belajar (rombel) dengan satu pembimbing untuk 10 mahasiswa, sedangkan untuk lokakarya, mereka akan dibagi tujuh rombel.

Senada dengan Sururin, Sofyan mengatakan kegiatan ini tidak menggunakan program Kemenristekdikti seperti PPG sebelumnya, tetapi mengembangkan program sendiri sesuai kebutuhan dengan menggunakan Program RMS diselaraskan dengan Program Spada milik Kemenristekdikti.

“Karena pengembangan, mungkin masih ada kendala saat proses daring. Namun demikian, sistem ini sudah dikonsultasikan ke pihak Kemenristekdikti dan mereka menyetujuinya,” tandas Sofyan.

Adanya daring ini, tambahnya, agar guru tidak terlalu banyak meninggalkan kelas sekaligus mengenalkan IT kepada guru karena semua modul dapat diunduh dalam Sistem Siaga Pendis ini.

Usai mengikuti refreshment, para pembimbing mengikuti simulasi pembelajaran daring yang berisi pengaturan jadwal, pengisian profil pembimbing, pembelajaran, diskusi, pengisian materi, bimbingan, dan penilaian.

Dalam pertemuan ini, turut hadir Prof Dr Ahmad Thib Raya MA dan Prof Dr Aziz Fahrurozi MA (keduanya Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab), Prof Dr Abuddin Nata (Guru Besar Pendidikan Agama Islam), dan Prof Dr Armai Arief MA (Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam). (lrf/mf)

Share This