Ciputat, BERITA UIN Online– Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Jakarta menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) untuk mahasiswa baru (maba) selama dua hari pada Jumat-Sabtu, (11-12/2020) secara daring.

Ketua PBAK FIKES 2020 Tri Murti dalam sambutannya mengatakan PBAK merupakan langkah awal bagi maba yang harus ditempuh sesuai dengan ketentuan akademik UIN Jakarta.

“Melalui kegiatan ini, maba akan diperkenalkan kultur-tradisi akademik yang berlaku di UIN Jakarta umumnya, dan khususnya di FIKES dengan metode daring.

Selain itu, lanjut mahasiswi Prodi Kesmas 2018 itu, dengan adanya kegiatan PBAK, maba dapat lebih mengenal bagaimana sistem perkuliahan daring yang harus dikuasai dengan baik agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Dijelaskannya, tema PBAK yang diusung pada tahun ini adalah The Greatest Cranial (Towards Personalities with Good Characteristics, Critical Thinking, Creative Innovation, to Collaborate in the Health Field).

“Dalam istilah kesehatan, cranial merupakan bagian penting daerah kepala yang berperan sebagai pusat kendali dalam berpikir, bertindak, mengatur homeostatis dan keseimbangan tubuh secara garis besar,” ujar Tri.

Diharapkan, sambungnya, maba nantinya dapat menjadi salah satu bagian terpenting dalam kolaborasi di bidang kesehatan dan memiliki karakteristik yang baik, berpikir kritis, inovasi kreatif, dan dapat berkolaborasi di bidang kesehatan.

Tri menambahkan, walaupun diselenggarakan secara daring, mahasiswa baru diharapkan tetap semangat dalam mengikuti PBAK tahun ini.

Sementara, Dekan FIKES Dr apt Zilhadia MSi yang berkesempatan membuka kegiatan tersebut mengatakan bergabung dengan FIKES merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi maba.

Pasalnya, kata Zilhadia, UIN Jakarta adalah pusat peradaban Islam Asia Tenggara bahkan dunia.

“Maba berkesempatan untuk bersama-sama membangun peradaban Indonesia bahkan dunia,” ujar Zilhadia di ruang Aula FIKES didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik Irma Nurbaeti SKp MKes SpMat PhD, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Yuli Amran MKM, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Dr Ida Rosyidah MA.

Istimewanya bergabung di FIKES, tegasnya, hampir semua mata kuliah yang diajarkan diintegrasikan antara Ilmu Kesehatan dengan nilai-nilai keislaman.

Hal ini, menurutnya, penting dilakukan karena merupakan sikap ciri khas FIKES UIN Jakarta.

“Kalian akan mempelajari sejarah perawat, pengobatan di masyarakat Islam, analisis kehalalan, dan mempelajari tokoh-tokoh kesehatan Muslim yang tidak kalian dapatkan di tempat lain,” tandasnya.

Sebagai implementasi rasa syukur, sambungnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan mengikuti semua aktifitas perkuliahan dengan baik.

“Rebutlah semua peluang yang ada dengan belajar yang baik, sistem yang sudah disediakan, nikmatilah daring, karena kalian adalah mahasiswa unggul pemenang, bukan pecundang. Pecundang itu hanya bisa mengeluh,” tegasnya.

Dilanjutkannya, dosen-dosen FIKES merupakan lulusan universitas bereputasi nasional dan internasional, dengan doktor dan magister yang berkualitas.

“Dosen-dosen FIKES bukan dosen ecek-ecek,” tegas Zilhadia.

Zilhadia mengingatkan, selain mengikuti perkuliahan, maba diajurkan aktif berorganisasi untuk membina diri dan karakter berinteraksi dengan orang lain.

Pasalnya, kata Zilhadia, dengan berorganisasi, mahasiswa dapat mengembangkan bakat dan potensi, namun jangan sampai melupakan tugas utama.

“Jangan lupa untuk meminta doa restu orang tua sebelum belajar, karena sebab doa mereka kalian diterima di FIKES dan menjadi kunci kesuksesan kalian,” pungkasnya.

Zilhadia berharap pandemi cepat berlalu, sehingga perkuliahan dapat dilakukan dengan tatap muka langsung.

Diketahui, pada 2020 ini mahasiswa baru yang diterima di FIKES 389 orang dengan rincian Prodi Kesmas 111 orang, Prodi Farmasi 115 orang, Prodi PSIK 104 orang, dan Profesi Apoteker 59 orang. (mf)

Share This