Gedung FITK, Berita UIN Online– Sebanyak 91 delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Lampung mengunjungi FITK UIN Jakarta untuk studi banding, Selasa (7/8/2018).

Rombongan yang terdiri dari 80 mahasiswa semester tujuh Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 11 dosen tersebut diterima Dekan FITK Prof Dr Ahmad Thib Raya MA, Wakil Dekan Bidang Akademik M Zuhdi MEd PhD, Ketua Prodi PAI Dr Abd Majid Khon MA dan Ketua Magister PAI Dr Sapiudin MA di Ruang Teater Prof Dr Mahmud Yunus lt 3.

Dalam sambutannya, Thib Raya berharap para delegasi bisa belajar banyak di FITK UIN Jakarta ini, terutama dari Prodi PAI dan Program Magister FITK.

“Program PAI dan Magister FITK UIN Jakarta adalah program tertua se UIN di Indonesia. Saya merekomendasikan para mahasiswa STAI Ma’arif Lampung untuk dapat melanjutkan studinya di Magister FITK,” ujar Thib Raya.

Kalau hanya lulus S1, sambung Thib, hanya bisa menjadi calon guru. Ditambahkannya, untuk dapat menjadi calon guru profesional, lulusan FITK harus mengikuti program Praktik Profesi Guru (PPG) selama satu tahun.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Prodi PAI Dr Abd Majid Khon menyampaikan bahwa Prodi PAI FITK UIN Jakarta memiliki laboratorium untuk prkatikum, baik microteaching maupun proses pengurusan jenazah.

“Lab ini yang menjadikan PAI FITK berbeda dengan PAI di kampus lain,” ujar Majid.

Dengan adanya lab ini, sambung Majid, mahasiswa PAI diharapkan dapat terampil mengajarkan PAI dan terampil dalam proses pengurusan jenazah, dari mulai memandikan, mengkafani, menyolati, sampai menguburkan.

“Ini keterampilan langka yang tidak ada sekolahnya, sehingga mereka memiliki keterampilan tambahan selain mengajar,” imbuh Majid.

Menurutnya, keterampilan tambahan ini dapat masuk ke SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) yang memperkaya kompetensi lulusan PAI sebagai calon guru dan sebagai calon guru profesional di masyarakat kelak. (mf)

Share This