Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online— Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) UIN Jakarta bekerja sama dengan The Political Literacy Institute menggelar acara diskusi publik dan bedah buku Literasi Politik. Acara yang mengusung tema Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi di Indonesia tersebut, dilaksanakan pada, Kamis (10/10), di Auditorium Harun Nasution, kampus I UIN Jakarta.

Hadir sebagai narasumber, antara lain Andi Faisal Bakti (Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta, sekaligus Dewan Pembina P2KM), Gun Gun Heryanto (Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute), TB Ace Hasan Syadzily (Anggota DPR RI), Maman Imanul Haq (Anggota DPR RI), serta Latief Siregar (Wapimred MNC News) sebagai moderator.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV Andi Faisal Bakti mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Pasalnya, acara ini merupakan wadah pengenalan hasil karya, wadah dialog, dan mampu menstimulus semangat sivitas akademika UIN Jakarta khususnya, untuk berpartisipasi aktif melalui pemahaman literasi politik.

“Sikap partisipasi inilah yang sangat diperlukan, dalam memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia,” ujar Andi.

P2KM, masih menurut Andi, merupakan salah satu wadah untuk membangun kualitas keilmuan para sivitas akademika UIN Jakarta. Oleh karenanya, P2KM diharapkan mampu berkontribusi lebih luas demi kemaslahatan masyarakat Indonesia.

Di tempat yang sama, penulis dan penyusun buku Literasi Politik, Gun Gun Heryanto menerangkan, bahwa buku tersebut merupakan hasil dari kajian rutin para peneliti di The Political Literacy Institute. Pusat studi yang bergerak dalam bidang literasi politik tersebut, hampir setiap tahunnya memberikan sumbangsih pemikiran yang diabadikan dalam bentuk sebuah buku.

“Di tahun kesebelas ini, The Political Literacy Institute kembali menghasilkan sebuah karya yang diberi judul Literasi Politik:Dinamika Konsolidasi Demokrasi Indonesia Pascareformasi. Tema ini dipilih karena sejalan dengan konteks politik Indonesia saat ini, yang masih berupaya mengonsolidasikan demokrasinya pasca tergulingnya reformasi 1998,” jelas Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta tersebut.

Gun Gun menambahkan, poin utama buku tersebut yaitu mengenai urgensi literasi politik di tengah ragam persoalan dalam proses dan tahapan kontestasi elektoral. Terlebih dalam beberapa hajat besar demokrasi, seperti Pilkada serentak 2015,2017, 2018 dan 2019.

Dalam hal ini, literasi politik bukan pengetahuan semata, namun mencakup pula keterampilan dan juga tindakan untuk aktif dan partisipatif dalam setiap proses yang dilalui.

Sebagai informasi, Ketua Panitia Diskusi Publik dan Bedah Buku, Deden Mauli Darajat, melalui siaran persnya mengatakan, bahwa acara ini tidak hanya dihadiri mahasiswa UIN Jakarta, namun juga tidak sedikit peserta yang berasal dari Universitas Paramadina, Pancasila, Mercu Buana, UMJ, serta para peneliti dan tamu undangan lainnya. (lrf/dmd)

Share This