Auditorium, BERITA UIN Online – Para orang tua diminta untuk lebih banyak memperhatikan aktivitas anak-anak mereka dalam pergaulan sosial. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi perilaku menyimpang pada anak, seperti mengonsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang, dan seks bebas.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer di depan para orang tua mahasiswa saat digelar acara silaturahmi antara pimpinan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (Fidkom) dan para orang tua di Auditorium Harun Nasution, Senin (4/11/2019).

Acara bertajuk “Trimarta Pendidikan: Sinergi Kampus Keluarga dan Masyarakat” itu digelar dalam rangka silaturahmi antara pimpinan Fidkom dan para orang tua mahasiswa. Turut hadir Dekan Fidkom Suparto, Wakil Dekan Bidang Akademik Siti Napsiyah, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Shihabuddin Noor, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Cecep Sastrawijaya.

Masri mengatakan, orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi dan memperhatian aktivitas anak-anak mereka selama studi di UIN Jakarta. Sebab, pengawasan itu tidak mungkin dilakukan oleh pimpinan kampus sepenuhnya mengingat jumlah mahasiswa yang cukup banyak.

“UIN Jakarta saat ini memiliki mahasiswa sekira 30.000. Karena itu pimpinan kampus tentu tidak mungkin mengawasi mereka satu per satu. Perlu ada kerja sama yang baik antara para orang tua dan pimpinan kampus,” katanya.

Menurut Masri, di era industri 4.0 seperti saat ini banyak perubahan sosial yang dilakukan pada diri anak. Selain memiliki kecenderungan antisosial, perubahan perilaku menyimpang pada anak juga sangat mungkin terjadi untuk melakukan perbuatan yang dilarang agama, seperti mengonsumsi minuman keras, obat-obatan berbahaya, dan seks bebas.

Hal itu wajar mengingat dunia kini semakin terbuka dan akses informasi mudah didapat, baik melalui internet maupun media sosial.

“Kami tidak menuduh atau menyimpulkan, tetapi mungkin saja di antara anak-anak kita ada yang melakukan perbuatan dilarang tersebut. Apalagi di sekitar kampus kini terdapat banyak apartemen murah untuk disewakan dan bisa menjadi tempat transaksi seks bebas,” ujarnya.

Untuk itu, jelas Masri, kerja sama antara para orang tua dan pimpinan kampus dalam mengawasi anak-anak sangat penting. Hal ini untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindakan kriminal di kalangan mahasiswa. (ns)

Share This