Gedung Psikologi, BERITA UIN Online– Prosesi acara wisuda ke-114 UIN Syarif Hidayatullahl yang digelar pada hari Ahad, 1 Desember 2019 dipenuhi dengan duka cita yang mendalam. Pagi hari menjelang pelaksanaan wisuda, sivitas akademika UIN Jakarta dikejutkan dengan berita duka. Nurul Faqih (22) asal Indramayu, wisudawan dari Fakultas Psikologi, meninggal dunia pada saat berangkat menuju kampus satu di pagi hari untuk menemui orang tua dan keluarganya yang hadir dalama cara wisuda.

Kejadiannya sangat tragis. Tabrakan antar dua sepeda motor di Jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat, tepatnya di dekat Bens Radio, Ciputat. Faqih meninggal dunia di tempat kejadian karena luka dan pendarahan di bagian kepala. Sementara orang yang menabrak mengalami luka parah dan sampai tulisan ini dibuat masih dirawat di rumah sakit.

Berita tersebut langsung beredar di group WA para wisudawan, dosen, dan karyawan  dari Fakultas Psikologi. Sementara itu, keluarga Faqih masih menunggu kehadirannya di kampus satu. Orang tua dan keluarga Faqih bingung.

Berbagai pertanyaan pun muncul. “Kemana Faqih? Siapa diantara teman wisudawan yang tahu posisi Faqih? Undangan sebagai tanda masuk auditorium, ada di tangan Faqih, tapi mengapa  HPnya tidak bisa dihubungi?” Demikian diantara pertanyaan yang muncul.

Para  wisudawan lainnya sudah siap-siap berbaris untuk memasuki Auditorium Harun Nasution, tidak sampai hati  menyampaikan isi berita yang mereka terima.  Sampai akhirnya  Rektor dan  Dekan Fakultas Psikologi  menemui orang tua Faqih dan menyampaikan kejadian yang merenggut nyawa tersebut.

Saat itu, posisi jenazah almarhum Faqih sudah berada di Rumah Sakit Fatmawati. Setelah dimandikan dan dikafankan, jenazah almarhum dibawa ke kampung halaman di Indramayu. Perwakilan dan Fakultas Psikologi, mahasiswa, dan keluarga turut serta dalam mengantarkan jenazah ke kampung halaman.

Sementara itu, proses wisuda tetap  berjalan seperti biasa. Penganugerahan Ijazah Sarjana Psikologi atas nama Nurul Faqih diberikan kepada kakak almarhum. Meskipun Faqih belum sempat menerima ijazah, dia telah mendapatkan jannah (surga) di sisi Allah.

Di mata para dosen dan teman mahasiswa  Fakultas Psikologi, Faqih yang lahir pada tanggal 21 Juni 1997 tersebut merupakan sosok yang luar biasa. Almarhum memiliki pergaulan yang luas, ringan tangan, memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi. Karena itu, Fakultas  Psikologi  telah kehilangan alumni terbaik.  Berikut ini beberapa testimoni para dosen dan mahasiswa yang sempat dihimpum tim pengelola website Fakultas Psikologi.

Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi sekaligus sebagai dosen pembimbing akademik, merasa kehilangan putra terbaiknya. Dengan jiwa keibuannya, Nihayah tidak kuat menahan tangis ketika harus menyampaikan berita duka  kepada orang tua Faqih.  Kata-kata Dekan yang sering terucap adalah ‘Faqih seorang syahid. Dia husnul khatimah dan layak menerima surga di sisi Allah.

Bagi  Yunita Faela Nisa Wadek III, Faqih sangat ringan tangan. “Dia sebagai koordinator acara tasyakuran dan peleparan wisuda ke-114 angatan 64 ini. Faqih yang membuat desain spanduk. Dia juga terlibat dalam menyusun profil Fakultas Psikologi yang tadi kita tonton bersama”.

Pernyataan Yunita tersebut dikuatkan oleh Diana Mutiah Wadek III periode 2014-2019. “Beberapa kali Faqih mendesain logo dan sertifikat untu kegiatan kemahasiswaan. Jika diberi uang, ia selalu menolak. Semoga menjadi amal jariah”.

Sementara itu Fadhilah Suralaga memiliki pengalaman lain.  “Faqih beberapa kali menemui saya untuk minta tanda tangan. Dia meninggalkan banyak kesan pada orang-orang yang ditemui.  Banyak orang menyaksikan bahwa dia anak baik. Insya Allah husnul khatimah”.

Kesan yang serupa juga disampaikan Abdurrahman Shaleh Wadek I (2014-2019) dan pembimbing skripsi. Faqih banyak kontribusinya terhadap kegiatan fakultas.

“Saya posting foto almarhum ini untuk memenuhi permintaan almarhum untuk  foto bersama hari ini (wisuda)”, tulisnya di Group WA Dosen.

Sikap tuka menolong dan berkorban yang ditunjukkan Faqih tidak hanya diakui di kalangan sivitas akademika UIN Jakarta, tetapi juga di Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I).

“Anak yang luar biasa baik dan memiliki banyak karakter positif dan polos. Dia yang membuat icon AP2I, baby landak dan karya lainnya”, ungkap Laila Pengurus AP2I di status FB.

Solicha Dosen Fakultas Psikologi, sempat menerima pesan singkat dari Faqih. “Ibu hari ini saya  akan wisuda. Jika ibu Solicha hadir, saya  akan foto bareng ibu”.

Sementara itu, teman-teman wisudawan tidak bisa melupakan pesan Faqih dalam kapasistasnya sebagai koordinator kegiatan tasyakuran dan pelepasan wisuda. “Acara tasyakuran dan pelepasan wisuda ini harus kita buat yang happy banget. Jangan dibuat sedih. Ini momentum yang tepat untuk membahagiakan orang tua dan dosen”.

Muhammad Ghufran Ketua Ikatan Alumni Fakultas Psikologi periode 2017-2019 dalam sambutannya menyampaikan bahwa Faqih sering berkonsultasi tentang rencana karirnya. Ia ingin mengajukan lamaran untuk bekerja di bidang animasi di sebuah perusahaan televisi swasta ternama di Jakarta. Meskipun kuliah di Psikologi, Faqih memiliki bakat dan passion di teknologi informasi dan animasi.

Bambang Suryadi ketika melepaskan jaket almamater wisudwan menyampaikan bahwa secara akademik, predikat  prestasi akademik Faqih  sangat baik. Namun secara pribadi, karakter, perilaku, Faqih merupakan wisudawan terbaik diantara 59 wisudawan. Karena itu, dia termasuk syahid dan surga jaminannya.

Selamat jalan Nurul Faqih.

Engkau telah pergi meninggalkan kami dengan berjuta kenangan yang indah. Tiada kata yang dapat melukiskan kebaikan yang telah engkau berikan kepada almamatermu, khususnya Fakultas Psikologi.

Selamat kembali kepada Sang Pencipta.

Selamat menempati surga di sisiNya.

Sumber: http://psikologi.uinjkt.ac.id/nurul-faqih-in-memorial-belum-sempat-menerima-ijazah-langsung-masuk-jannah/. (lrf/mf)

Share This