Gedung FST, BERITA UIN Online – Natasha Aulia (19), mahasiswi Jurusan Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta, pada 25 Oktober 2018 lalu dinobatkan sebagai Duta Koperasi Provinsi Banten 2018. Ia terpilih setelah menyisihkan ratusan finalis lain dari berbagai kota/kabupaten di provinsi tersebut pada acara Lomba Duta Koperasi yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Banten. Atas prestasinya itu, Natasha pun berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp 5 juta berikut piala dan sertifikat.

“Menjadi pemenang pertama dan terpilih sebagai Duta Koperasi di tingkat provinsi bagi saya sangat membanggakan. Ini sungguh di luar dugaan saya,” katanya kepada BERITA UIN Online di gedung FST, Jumat (30/11/2018).

Wanita yang akrab disapa Nata itu tak hanya bangga, tapi juga bersyukur atas capaian prestasinya. Betapa tidak, untuk meraih prestasi di tingkat provinsi itu, ia harus bersaing dengan banyak finalis lain dari berbagai perwakilan kota dan kabupaten. Namun, berkat kepercayaan dirinya yang kuat, ia pun berhasil menyisihkan semua kompetitornya hingga berhasil menjadi juara pertama.

“Modal saya waktu itu hanya yakin dan percaya diri saja ditambah minta restu kedua orang tua dan berdoa kepada Allah. Alhamdulillah saya akhirnya lolos juga sebagai juara,” ungkap Nata, yang pada 25 September 2018 lalu juga menjadi Duta Koperasi tingkat Kota Tangerang Selatan.

Menurut Nata, konon, para pesaingnya selama berlomba tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, namun juga banyak dari unsur dosen dan kalangan umum. Bahkan di antara mereka rata-rata sudah memiliki banyak pengalaman dalam pengelolaan koperasi di daerahnya masing-masing.

“Tapi saya tak merasa harus berkecil hati. Saya tekun belajar dan berlatih, baik yang terkait degan ilmu koperasi maupun teknik-teknik public speaking,” ujarnya.

Dari ketekunannya belajar dan berlatih itulah, Nata mampu mengemukakan pendapat dan gagasannya mengenai dunia perkoperasian dengan baik di depan para juri yang menilainya.

Bagi Nata, berkutat di dunia koperasi seakan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Selain kini aktif sebagai pengurus Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Jakarta, wanita kelahiran Depok, Jawa Barat, 4 Desember 1998, itu juga tengah mengembangkan dan gencar menyosialisasikan koperasi di kalangan generasi milenial.

Usaha itu akan terus dikembangkan dengan, misalnya, berkolaborasi dengan dinas koperasi dan UMKM di kota dan di daerah. Usaha-usaha yang akan ditempuhnya, di antaranya membuat koperasi duta, membuat coop-platform, serta membuat pendidikan dan pelatihan koperasi.

Selain itu, ia juga melakukan rebranding koperasi dengan memaksimalkan fasilitas media sosial agar generasi milenial mengenal manfaat koperasi. Salah satunya membuat film pendek berjudul Coop Start Up yang telah dipublikasikan di Youtube.

“Saya juga aktif mempromosikan produk UMKM unggulan daerah, baik di Kota Tangsel maupun Banten, seperti batik khas dari Tangsel dan suku Baduy,” jelasnya.

Ke depan, lanjutnya, Nata berharap mahasiswa UIN Jakarta dapat makin mengenal koperasi dengan baik. Hal itu bertujuan agar mahasiswa memiliki keterampilan berwiraswasta dan berjiwa bisnis. Sebab, koperasi tak hanya mampu menyejahterakan diri melainkan juga masyarakat secara luas.

Prinsipnya, kata dia, koperasi itu asyik, menyenangkan, dan sangat milenial. Melalui koperasi, siapa pun dapat bikin usaha dengan sistem kerja sama (co-working space). “Berkoperasi itu tak cuma menyejahterakan diri tapi juga punya nilai sosial tinggi dan bahkan menjadi ciri serta jati diri bangsa Indonesia, ” ungkapnya dengan nada diplomatis. (ns)

Share This