Gedung Rektorat, BERITA UIN Online Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Nasaruddin Umar mengatakan, dakwah dalam dunia pendidikan memiliki peran penting, terutama dalam menyebarkan persatuan bangsa dan kedamaian di dunia.

Nasaruddin Umar mengatakan hal itu saat menjadi pembicara pada Webinar Internasional bertajuk “Opportunity and Challenge for Empowerment in New Normal Age” yang digelar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) UIN Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Selaain Nasaruddin Umar, pembicara lain adalah Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Muhammad Ali Ramdhani, Dekan Fidkom Suparto, Direktur Pusat Studi Pemberdayaan dan Perdamaian UIN Jakarta Rosita Tandos, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris, dan Direktur Center of GPS, Monash University Melbourne, Australia, Jacqui True.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, Islam tidak dapat diperkenalkan dengan cara doktrin, tetapi lebih baik menggunakan epistimologi yang canggih.

“Kurikulum dakwah harus diubah menjadi metode induktif yang mengakar dari bawah, yaitu kondisi masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman milenial. Masyarakat kita merupakan masyarakat milenial yang bisa konsentrasi sekitar 30 menit,” ujarnya.

Nasaruddin juga menambahkan bahwa fakultas-fakultas dakwah perlu bantuan fakultas lain dalam menyampaikan dakwah dan tidak bisa berjalan sendiri, karena ilmu al-Qur’an pun tidak  bisa dimonopoli oleh satu bidang keilmuan.

“Teman-teman di fakultas dakwah  hendaknya memperkaya diri untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga survey supaya dapat menyusun materi-materi yang kreatif dan punya inovasi, sehingga menjadi fakultas aktual di masyarkat,” katanya. (ns/lisnawati)

Share This