Gedung FAH, BERITA UIN Online—Minat baca dan mencari referansi guna mendukung perkuliahan serta menambah cakrawala keilmuan mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) nampaknya semakin meningkat. Dimana, perpustakaan tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung.

Begitupun dengan perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora yang terus berupaya memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mencari sumber. Hal tersebut dilakukan oleh seluruh staff perpustakaan FAH untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan, dengan memberikan pelayanan yang baik agar para mahasiswa akan semakin giat untuk berkunjung ke perpustakaan.

Kepada tim BERITA UIN Online, Selasa (18/09), Kepala Urusan Perpustakaan Azwar menjelaskan, bahwa perpustakaan FAH kini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas memadai seperti wifi, komputer, tempat duduk yang memadai, ruang tunggu, loker, terminal listrik, dan bentuk pelayanan dalam jaringan (daring).

“Bentuk pelayanan yang kami berikan tidak hanya sekedar dari prasarana tapi juga etika dari staf sendiri, misalnya senantiasa menerapkan layanan dengan wajah ramah”, ujar Azwar.

Ditambahkan Azwar, dari catatan daftar hadir, jumlah pengunjung semakin meningkat per 14 september 2018, ada 1.098 pengunjung yang datang ke perpustakaan FAH. Jumlah ini lebih banyak dari bulan sebelumnya yang hanya 200 orang.

“Meningkatnya animo mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan adalah sebuah prestasi tersendiri. Dimana, FAH memiliki dua perpustakaan, yaitu perpustakaan FAH sendiri dan perpustakaan Nurcholish Madjid,” tambah Azwar.

Sebagai informasi, jumlah koleksi buku perpustakaan Bahasa dan Sastra Ingris terdiri dari 393 judul buku dan berjumlah  575 eksemplar, Ilmu Perpustakaan 366 judul buku dan 539 eksemplar, Bahasa dan Sastra Arab terdiri dari 390 judul buku dan  584 eksemplar, Sejarah dan Peradaban Islam dengan 400 judul buku dan  579 eksemplar, Tarjamah terdiri dari 344 judul dengan 517 eksemplar, dan Magister terdiri dari 329 judul buku dengan 492 eksemplar.

“Perpustakaan FAH kini lebih baik, tempat yang nyaman dan koleksi buku yang semakin meningkat. Sehingga kami lebih terbantu dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan atau dalam menambah pengetahuan,” papar Erika mahasiwi Sejarah Peradaban Islam saat ditemui tim BERITA UIN Online. (lrf/Anis P)

Share This