Auditorium Utama, BERITA UIN OnlinePendidikan mampu memberdayakan manusia terutama kaula muda untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai toleransi, dan dampaknya terhadap kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan mengembangkan perilaku yang toleran dan etis, mendorong rasa hormat, dan pemahaman terhadap budaya lain, serta melindungi kaum muda dari godaan kekerasan, terorisme, dan perilaku anti-sosial.

Demikian kutipan dari pemaparan Menteri Toleransi Uni Emirat Arab (UEA) H.E Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan dalam sambutannya di UIN Jakarta, Senin (21/10). Hadir dalam acara tersebut, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Direktur Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia Kamaruddin Amin, serta para Wakil Rektor dan segenap sivitas akademika UIN Jakarta.

Pendidikan, masih menurut Nahyan, mampu membuka jalan bagi pertukaran budaya dan peradaban “Ini akan membongkar tembok pembatas antara mereka yang berasal dari budaya yang berbeda, berbicara bahasa yang berbeda dan mengikuti agama yang berbeda,” katanya.

Pengetahuan ini, lanjutnya, dapat menghasilkan perdamaian, harmoni, dan kemajuan sosial serta ekonomi yang saling menguntungkan.

“Saya juga percaya bahwa institusi pendidikan tinggi telah membekali para siswanya dengan pengetahuan tentang sejarah, nilai-nilai, dan tradisi masyarakat lain untuk merangkul keberagaman dengan pikiran terbuka,” tandas Nahyan.

Hal ini dia lakukan, dengan merujuk kunjungan bersejarah Yang Mulia Paus Francis dan Yang Mulia Imam Besar Al Azhar, Syekh Ahmad El Tayeb ke UEA tahun ini untuk mempromosikan persaudaraan manusia di seluruh dunia.

“Bersama, kami menyepakati Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama dengan merangkul semua manusia, menyatukan mereka serta  menjadikan mereka setara,” pukasnya.

Di akhir pidatonya, ia juga mengatakan bahwa tidak ada individu, tidak ada institusi, tidak ada negara, atau wilayah yang dapat berhasil bekerja dalam isolasi.

“Kita semua harus bekerja bersama untuk menciptakan dan melestarikan tatanan dunia yang mempromosikan harapan, pemahaman, stabilitas, dan kemakmuran,” kata Nahyan, mengakhiri pidatonya.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Sheikh Nahyan ke kampus UIN Jakarta dalam rangka menjalin silaturrahim sekaligus memberikan kuliah umum tentang moderasi beragama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya ke UIN Jakarta. Kami berharap, silaturrahim ini senantiasa terjalin sehingga memberikan kontribusi positif bagi kedua instansi. UIN Jakarta juga tidak henti—hentinya menyuarakan dan mensosialisasikan tentang moderasi beragama,” ujar rektor.(lrf)

Share This