Auditorium, BERITA UIN Online – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengajak kaum millenial agar memerangi berita bohong atau hoaks. Mahasiswa harus menggunakan media sosial secara bijak dan benar agar tidak menimbulkan fitnah dan ghibah.

Hal itu dikatakan Rudiantara seusai memberikan ceramah pada seminar nasional bertajuk “Menjadikan Media Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, Sebagai Bentuk Implementasi Nilai-nilai Pancasila” di Auditorium Harun Nasution, Senin (9/9/2019).

“Mahasiswa harus menggunakan media sosial secara positif. Jika ada informasi tidak benar (hoaks), silakan counter bahwa (informasi) itu tidak benar. Jadi, mahasiswa harus proaktif,” katanya.

Menurut Rudiantara, dalam Islam berkomunikasi di media sosial sudah diatur sedemikian rupa. Islam di antaranya mengajarkan bahwa setiap orang tidak  boleh melakukan ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), namimah (mengadu domba), dan fitnah.

Oleh karena itu, lanjut dia, mahasiswa Islam sebagai agen harus mampu menyampaikan informasi dengan benar. Memerangi hoaks adalah kewajiban bersama agar masyarakat tidak termakan informasi negatif dari penyebar hoaks yang belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rudiantara mengatakan mahasiswa harus banyak melakukan penyebaran informasi yang menyejukkan, baik di media sosial maupun internet. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah memfatwakan bagaimana sebaiknya umat Islam bermedia sosial atau menggunakan media sosial (muamalah media sosial).

“Saya juga berharap banyak mahasiswa, khususnya di UIN Jakarta, melakukan penyebaran informasi yang benar dan meng-counter setiap ada isu negatif di media sosial,” katanya.

Seminar nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu menghadirkan narasumber lain, seperti Agung Suprio (Ketua Komisi Penyiaran Indonesia), Najwa Shihab (Founder Narasi TV), Irjen. Pol. Muhammad Iqbal (Kadiv Humas Mabes Polri), Muzzakir Husain (Wakil Pimpinan Redaksi Berita Satu), dan Abdul Manan (Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen). (ns)

Share This