Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan pembukaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN UM PTKIN) 2021 di kampus UIN Raden Intan Lampung, Kamis (14/1/2021). Peluncuran SPAN-UM PTKIN ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Lampung oleh Menag didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Rektor UIN Lampung Mohammad Mukri.

Acara pembukaan dan peluncuran juga dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Ali Ramdhani dan pimpinan 58 PTKIN se-Indonesia. Demikian siaran pers Humas Kementerian Agama yang diterima BERITA UIN Online, Kamis (14/1/2021).

Menag Yaqut dalam sambutannya mengingatkan agar pimpinan PTKIN untuk berinovasi dalam mengembangkan kajian keislaman.

“Saya minta para rektor dan ketua berinovasi dalam mengafirmasi kajian keislaman atau Islamic Studies yang merupakan core competencies PTKIN,” tegas Menag.

“Besarnya minat mahasiswa terhadap program studi umum di PTKIN perlu diapresiasi. Ini harus diimbangi dengan upaya untuk terus menghidupkan kajian-kajian strategis dalam bidang Islamic studies,” sambungnya.

Peluncuran SPAN-UM PTKIN 2021 digelar di lapangan terbuka kampus UIN Raden Intan Lampung dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan penularan Covid-19.

Menurut Menag, ada dua fakta yang harus menjadi perhatian pimpinan PTKIN.  Pertama, menurunnya minat pendaftar terhadap sejumlah prodi ilmu keislaman (Islamic Studies), antara lain Ilmu Hadis, Manajemen Zakat dan Wakaf, dan Bimbingan Penyuluhan Islam. Minat terhadap Perbankan Syariah dan Manajemen Keuangan Syariah memang meningkat, namun masih kalah dengan Kedokteran, Psikologi, Sains dan Teknologi.

“Ini harus dipikirkan inovasinya,” pesan Menag.

Fakta kedua, input pendaftar PTKIN hampir 50 persen didominasi alumni SMA/SMK. Sebagian besar dari mereka lemah dalam Islamic Studies. Karenanya, perlu penguatan wawasan keagaman yang moderat.

“Ini juga harus diinisiasi programnya. Agar sejalan dengan penguatan moderasi beragama yang sedang digalakkan Kemenag,” pesannya.

Di hadapan forum Rektor/Ketua PTKIN, Menag kembali menegaskan tentang integritas, baik sivitas akademika maupun alumni. “Jangan sampai ada sivitas akademika dan alumni PTKIN yang terlibat perbuatan tercela seperti korupsi. Sebab menyandang status sebagai alumni PTKIN itu tidak lah mudah karena ada kata Islam,” tegas Menag yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani dalam laporannya mengatakan SPAN-UM PTKIN 2021 hadir dengan semangat meningkatkan peran PTKIN dalam membangun peradaban. SPAN-UM PTKIN ini sudah digelar sejak 2010. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam pada PTKIN strata 1 (program sarjana).

“SPAN-UM PTKIN dilakulan dengan mengunakan sistem seleksi elektroik atau computer based test (CBT) online tahun 2021,” kata Ali Ramdhani.

Ia menambahkan SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh UIN /IAIN /STAIN dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh panitia nasional yang ditetapkan oleh Menteri Agama. Seleksi prestasi akademik nasional, lanjutnya, dilakukan berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lain, tanpa ujian tertulis.

“Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional diikuti 58 PTKIN dan 1 Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang, harus memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri,” ujarnya

Sementara pola seleksi lain selain SPAN adalah UM-PTKIN di mana biaya pendaftaran ditanggung oleh para peserta sebesar Rp 200.000.

Meski pandemi Covid-19, minat pendaftar PTKIN tidak mengalami penurunan. Bahkan, ada sedikit peningkatan, baik melalui jalur SPAN atau UM PTKIN. Untuk jalur seleksi Prestasi Akademik atau SPAN PTKIN pada tahun 2020, ada 263.061 pendaftar, dengan komposisi 192.783 adalah perempuan dan 70.278 laki-laki.

Sedangkan UM PTKIN dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) tercatat ada 132.429 pendaftar, sehingga, jumlah yang ikut SPAN-UM PTKIN pada tahun 2020 adalah 395.490 peserta. (ns)

Share This