Malang, BERITA UIN Online— Misi utama dari Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) adalah untuk mempererat silaturrahim antar PTI khususnya, dan silaturrahim kebangsaan pada umumnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka secara resmi PIONIR 2019 yang bertempat di lapangan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur, Senin (15/07) malam.

“Pionir harus menjadi sarana pererat silaturrahim kebangsaan. Harus menjadi media untuk pekuat tali asih, asuh, dan asah antar sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi Islam,” tandas Menag.

Ditambahkanya, 58 PTKIN yang mengikuti kegiatan pionir tersebut, merupakan utusan dari 34 provinsi sekaligus menjadi duta penguatan silaturrahim.

“Mahasiswa antar pulau, suku dan budaya akan membaur saling memberikan manfaat, memberikan prestasi terbaik dan saling menyambung tali kebangsaan yang sementara waktu yang lalu terkoyak karena perbedaan politik dan kepentingan,” tutur Lukman.

PIONIR, sambung Menag, harus juga dijadikan momentum rekonsiliasi nasional untuk menguatkan kembali tali kebhinekaan, menjahit kembali merah putih dan menebarkan sajadah panjang ke-Indonesiaan.

Sebagai informasi, PIONIR digelar di Kota Malang dari 15-21 Juli 2019 dengan melombakan empat cabang atau kategori. Lebih dari 2.300 peserta mengikuti helat dua tahunan bergengsi antar mahasiswa PTKIN Kemenag se Indonesia tersebut.

Demikian halnya dengan UIN Jakarta, di waktu yang berbeda, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, saat melepas keberangkatan para mahasiswa yang akan ikut tandang mengharapkan, seluruh mahasiswa/atlet agar sungguh-sungguh mengikuti setiap cabang yang diperlombakan, menjaga sportifitas, akhlakul karimah, dan nama baik almamater.

“Selamat berjuang, bertandinglah secara sportif, selalu jaga nama baik individu juga almamater, dan berusahalah menjadi yang terbaik guna mengharumkan kampus tercinta UIN Jakarta,” pesan rektor. (lrf/sumber lain)

Share This