Menag Ingatkan DWP sebagai Model Perilaku Baik di Lingkungan

Menag Ingatkan DWP sebagai Model Perilaku Baik di Lingkungan

Ciputat, Berita UIN Online - Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. menyebutkan tanggungjawab perempuan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI sebagai rujukan bagi kalangan perempuan lain di sekitarnya. Untuk itu, diharapkan para anggota DWP mampu menjaga integritas dan menjadi model perilaku baik di lingkungan masing-masing. 

Demikian disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat memberikan tausiah dalam Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DWP Kementerian Agama RI yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, Rabu (15/04/2026). Menurut Menag, para perempuan di lingkungan DWP Kemenag memiliki peran penting sebagai rujukan para perempuan lain di lingkungan masing-masing. 

Untuk itu, Menag berharap agar para perempuan bisa menjaga integritas dan menjaga perilaku terbaik. “Ibu-ibu adalah orang-orang terpilih. Jadilah referensi, jadilah model dalam berpakaian, berkata-kata, dan berperilaku. Jangan sampai kita salah model, karena peran Dharma Wanita sangat penting sebagai wajah keteladanan di tengah masyarakat,” paparnya.

Perempuan, sebut Menag, memiliki peran yang sangat sentral baik di lingkungan keluarga maupun sosial. Di lingkungan keluarga, perempuan sebagai ibu dan istri menjadi fondasi penting dalam sebuah rumah tangga. 

Dalam posisinya sebagai ibu, perempuan menempati posisi terhormat dalam keluarga dimana dalam hadits disebutkan penghormatan terhadap ibu sebanyak tiga kali. Sedang sebagai istri, keberhasilan suami tidak lepas dari dukungan istri. 

Di lingkungan sosial, lanjutnya, perempuan bisa berkontribusi bahkan bisa menjadi motor penggerak kerukunan umat beragama. Ia memaparkan data bahwa tingkat kerukunan Indonesia saat ini berada pada angka yang sangat tinggi (mencapai 97%).

“Agama sesungguhnya lebih gampang mencari titik temu daripada perbedaan jika hati kita tulus. Semua agama melarang kejahatan dan memerintahkan kebaikan. Saya mohon DWP menjadi contoh nyata tentang kerukunan itu," tegasnya.

Selanjutnya, Menag sendiri menekankan pentingnya memosisikan kesetaraan perempuan dan laki-laki. Beliau menegaskan bahwa di masa depan, tidak boleh ada perbedaan peran yang didasarkan semata-mata pada jenis kelamin.

"Perbedaan itu ditentukan oleh prestasi, kualitas, dan perjuangan. Tidak boleh ada faktor perbedaan yang menjadi acuan penentuan status sosial. Dalam agama apapun, terutama Islam, yang paling mulia di sisi Tuhan adalah mereka yang bertakwa," ujar Menag di hadapan pengurus DWP Kemenag se-Indonesia.

Di kalangan Muslim, lanjut Menag, perempuan sendiri memiliki banyak contoh yang bisa ditiru sebagai istri. Salah satu yang paling utama adalah Asiyah, istri Fir’aun. Meski memiliki pasangan buruk dalam figur Fir’aun, namun Asiyah mampu menjaga integritas iman dan kesalehan. 

Sedang beberapa figur istri tidak layak ditiru juga dikisahkan al-Quran melalui figur istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Kedua istri para Nabi ini tidak layak ditiru karena sikap mereka yang berlawanan dengan memprovokasi masyarakat untuk melawan dakwah yang ditugaskan kepada suami masing-masing.

(Zaenal M./Fajri Nafisa)

Tag :