Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Menteri Agama Fachrul Razi  menyebut Arab Saudi dan negara-negara yang tergabung dalam Uni Emirat Arab (UEA), merupakan negara yang memiliki toleransi tinggi. Negara-negara tersebut tak hanya terbuka terhadap bangsa asing tetapi juga sangat menghargai perbedaan.

Hal itu dikatakan Menteri Agama Fachrul Razi saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional bertajuk “Pasang Surut Relasi Agama dan Negara” yang diselenggarakan Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN)  di Ruang Diorama Auditorium Harun Nasution, Kamis (23/1/2020).

“Namun demikian, baik di Arab Saudi maupun di Uni Emirat Arab, antara identitas kebangsaan dan identitas keislaman tetap dipertahankan, keduanya tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Menurut Menag, pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini sudah membuka diri untuk menerima siapa pun yang datang ke negaranya. Bahkan Pemerintah Arab Saudi juga telah membebaskan visa bagi warga asing, terutama dari daratan Amerika dan Eropa, yang akan berkunjung ke negara kaya minyak tersebut.

“Pemerintah Arab Saudi sekarang memang ingin banyak orang asing datang dan berkunjung ke negaranya. Sebab hal itu akan meningkatkan devisa,” ujarnya. Kebijakan yang  sama juga telah dilakukan oleh UEA, terutama di bidang pariwisata.

Di sisi lain, menurut Menag, keterbukaan negara-negara Arab tersebut tak hanya pada kunjungan wisata tetapi juga masalah toleransi dan moderasi beragama. Menag mengatakan negara-negara Arab di kawasan teluk itu juga sangat menjunjung tinggi sikap toleransinya terhadap bangsa asing. Bahkan mereka telah menerapkan moderasi beragama dengan baik.

Meskipun demikian, jelas Menag, mereka tetap memegang prinsip terhadap identitas keislaman dan kebangsaan mereka. Hal itu dibuktikan dengan adanya aturan yang melarang warga asing mengenakan pakaian semaunya.

“Jika misalnya ada warga asing perempuan yang mengenakan pakaian tidak sesuai dengan Islam, maka ia akan dipakaikan dengan kain yang menutup aurat orang tersebut,” katanya.

Seminar Pasang Surut Relasi Agama dan Negara dibuka Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Andi M Faisal Bakti. Turut hadir Ketua Senat Universitas Abuddin Nata, dan Ketua IKALUIN Ahmad Zacky Siradj.

Sedangkan seminar diisi oleh sejumlah narasumber, antara lain Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Euis Amalia, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Nadjib Burhani, dan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi. (ns)

Share This