oleh: Syamsul Yakin
Dosen Magister KPI FIDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dalam surah Yasin/36 ayat 54, Allah SWT berfirman, “Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalas, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Pertanyaannya, apakah makna “hari” dalam ayat ini?

Syaikh Abu Hamid Al-Ashfihani dalam karyanya Al-Wujuh wa Al-Nadzair mengeksplorasi empat makna “hari” pada ayat tersebut. Pertama, salah satu hari dalam setahun dimana pada hari itu Allah SWT menciptakan langit dan bumi.

Misalnya, seperti firman Allah SWT, “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa” (QS. al-A’raf/7: 54). Ayat seperti ini dapat ditemui juga dalam surah Yunus/10:3), surah Hud/11: 7, dan al-Hadid/57: 4).

Kedua, salah satu dari hari-hari akhirat dimana bagi orang kafir satu hari di akhirat itu sebanding dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Allah SWT berfirman, “Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (QS. al-Ma’arij/70: 4).

Ketiga, yang dimaksud dengan “hari” pada ayat di atas adalah hari kiamat. Allah SWT menyatakan tentang hal ini, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka …”(QS. Yasin/36: 65).

Keempat, yang dimaksud dengan “hari” pada ayat di atas adalah waktu. Allah SWT berfirman, “Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin)” (QS. al-An’am/6: 141).

Untuk lebih jelas tentang kajian surah Yasin ayat 54 ini, bisa dibaca di dalam karya Syaikh Hamami Zadah dalam karyanya Tafsir Surah Yasin. Karya ini menjadi salah satu rujukan penting yang dibaca dan diajarkan di berbagai pondok pesantren di Indonesia.(sam/mf)

Share This